Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Kasus perkelahian berujung maut di bawah Jembatan Kembar Sungai Jingah, Kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT), Kecamatan Banjarmasin Utara, mulai terungkap. Polisi mengungkap, korban berinisial AJ dan pelaku sempat berjanjian melalui media sosial sebelum akhirnya bentrok di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa, Senin (16/2/2026), menjelaskan peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wita. Korban diketahui berada di Warung “Yuma” bersama beberapa temannya sebelum berkomunikasi lewat pesan singkat dengan pelaku berinisial AR terkait persoalan pribadi.
“Korban mengajak pelaku untuk bertemu guna menyelesaikan permasalahan mereka,” ujar Eru.
Tak lama berselang, korban bersama pelaku menjemput seorang temannya bernama Ibrahim. Karena situasi di warung cukup ramai, mereka kemudian berpindah ke lokasi lain yang lebih sepi, tepatnya di halaman toko Maju Jaya, Jalan Masjid Jami, Kelurahan AKT.
Di lokasi tersebut, pembahasan masalah kembali berlanjut. Namun, suasana berubah panas. Pelaku terpancing emosi, dan saat korban berdiri, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis belati dan menikam dada kanan korban.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera menghubungi relawan. Korban sempat dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Ulin Banjarmasin, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan akibat kehabisan darah.
Tak sampai 24 jam setelah kejadian, Tim Macan Satreskrim Polresta Banjarmasin berhasil mengamankan pelaku. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah belati sepanjang sekitar 26 sentimeter lengkap dengan gagang dan kumpang kayu berwarna coklat.
“Pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pendalaman motif,” jelas Eru.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 458 KUHPidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan pribadi yang diselesaikan dengan emosi dan kekerasan justru berujung tragedi, terlebih terjadi menjelang bulan suci Ramadan.
Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius
Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya