Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – Pemerintah menegaskan larangan bagi jamaah haji Indonesia untuk berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina.
Baca Juga: Bunuh Istri Siri, Syamson Divonis 20 Tahun Penjara
Kebijakan ini diambil menyusul tingginya risiko keselamatan yang kerap muncul akibat kepadatan massa dan kondisi cuaca ekstrem di jalur tersebut.
Larangan itu disampaikan Laksma TNI Harun Arrasyid, yang menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan aturan Kementerian Haji Arab Saudi serta pertimbangan kesehatan jamaah.
Baca Juga: Bunuh Istri Siri, Syamson Divonis 20 Tahun Penjara
Menurut Harun, jarak tempuh yang cukup jauh antara Muzdalifah dan Mina, ditambah suhu panas dan kepadatan jamaah, membuat perjalanan dengan berjalan kaki sangat berbahaya.
Risiko yang mengintai jamaah antara lain kelelahan ekstrem, dehidrasi, hingga kemungkinan tersesat atau terpisah dari rombongan.
“Apakah jamaah boleh haji masiyan atau jalan kaki? Kalau untuk jalan kaki tentunya tidak diperbolehkan karena memang ada aturan tersendiri dari Kementerian Haji Arab Saudi,” ujar Harun.
Transportasi Resmi Sudah Disiapkan Pemerintah memastikan seluruh pergerakan jamaah Indonesia dari Muzdalifah ke Mina telah difasilitasi dengan transportasi resmi. Jamaah akan dilayani menggunakan bus taradudi yang disiapkan khusus selama puncak haji.
Baca Juga: Bunuh Istri Siri, Syamson Divonis 20 Tahun Penjara
“Kita juga sudah memfasilitasi jemaah kita itu bergerak dari Muzdalifah itu dengan kendaraan taradudi. Jadi tidak diperbolehkan jemaah kita dari Muzdalifah menuju Mina jalan kaki, tidak diperbolehkan,” kata Harun. Dengan adanya fasilitas tersebut, jamaah diminta tidak memaksakan diri berjalan kaki demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.