Cegah Pelanggaran Hukum dengan Perencanaan yang Matang 

Banjarmasin, BARITO – Ambruknya jembatan Mandastana dan beberapa kasus lainnya  menjadi pelajaran agar kedepannya para kontraktor lebih berhati-hati lagi. Diperlukan perencaan dan  pengawasan yang lebih matang, sehingga proyek yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi bangunan yang sudah ditentukan.

“Hal itu sangat penting sekali, karena kunci keberhasilan suatu proyek pembangunan tersebut terletak pada perencanaan,” ujar  Kasi Eksekusi dan Eksaminasi (Uheksi) Pidana Khusus(Pidsus) Kejaksaan Tinggi(Kejati) Kalimantan Selatan, Sri Harna SH baru-baru tadi.

Dalam hal nantinya ada pelanggaran hukum yang dilakukan dalam suatu proyek, Sri mengatakan sebenarnya  dalam hal ini konsultan sudah mengetahui potensi pelanggaran hukum pada saat memulai penggarapan proyek.

“Mereka sebenarnya sudah tau pelanggaran hukumnya, tinggal mau atau tidaknya melakukan, seperti mark up atau perbuatan yang mengarah pada tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Untuk pengawasan, Sri Harna juga menekankan supaya menguasai teknis pelaksanaan proyek, kemudian jangka waktu,kontrak hingga speknya.

“Banyak kasus karena tidak hati-hati akhirnya pekerjaannya tidak baik yaitu ambruknya suatu bangunan tersebut,” katanya.

Jadi tandas dia, baik pengawas, PPTK dan pelaksana proyek harus benar-benar melaksanakan tugasnya.

“Jangan nanti setelah mendapatkan proyek, pada pelaksanaannya melempem,”  katanya .

rif

Related posts

Jelang Operasi Ketupat Intan 2026, Ditlantas Polda Kalsel Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Aman

Preman Palak Juru Parkir di Dharma Praja Banjarmasin, Korban Ditusuk karena Tolak Beri Uang

Pria Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Handil Bakti