Capacity Building Jurnalis Tahun 2026, Ini Harapan Bank Indonesia Kalimantan Selatan

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Aloysius Donanto H W didampingi Kepala Unit Kehumasan Bank Indonesia Kalsel Tisna Faisal Ayathollah dan Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis Kompas Aris Prasetyo.

Batulicin, BARITOPOST.CO.ID – Gelaran Capacity Building Jurnalis Tahun 2026 mendorong jurnalis mendapatkan informasi ekonomi lebih akurat, utuh, dan mudah dipahami masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca Juga: Pemprov Kalsel dan Balai Sungai Bangun Bendungan Riam Kiwa Seluas 771 Hektare Atasi Banjir

Harapan itu diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Aloysius Donanto H W saat memberikan arahan kepada para peserta Gelaran Capacity Building Jurnalis Tahun 2026 Bank Indonesia di Ebony Hotel Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, jurnalis ekonomi juga harus mampu memahami dan menyampaikan keterkaitan kondisi ekonomi global, nasional, dan regional dengan realitas ekonomi daerah. Sebab itu, sambungnya, Gelaran Capacity Building Jurnalis Tahun 2026 menjadi sarana penyegaran (refreshment) bagi wartawan di Banua.

“Pemahaman tersebut sangat penting karena masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah, termasuk pemerintah daerah, membutuhkan informasi yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi, terlebih menjelang Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan dan konsumsi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Pemprov Kalsel dan Balai Sungai Bangun Bendungan Riam Kiwa Seluas 771 Hektare Atasi Banjir

Untuk itu, Ia meyakini, banyak hal yang perlu dipahami masyarakat dan stakeholder di daerah. “Ya, perhatian masyarakat tidak akan jauh dari kestabilan harga, ketersediaan barang, dan yang paling sering menjadi sorotan adalah inflasi tingkat harga,” paparnya.

Apalagi, jelasnya, kini menjelang Ramadan, tentu Bank Indonesia memiliki fokus utama pada dua aspek, yakni menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan uang kartal di masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Aloysius Donanto H W

“Fokus Bank Indonesia sangat jelas, menghadapi Ramadan 2026. Pertama stabilitas harga, dan kedua ketersediaan uang, termasuk pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya didampingi Kepala Unit Kehumasan Bank Indonesia Kalsel Tisna Faisal Ayathollah dan Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis Kompas Aris Prasetyo.

Hal itu pula, ujar Aloysius Donanto, juga bagian upaya pengendalian inflasi selama ini, termasuk melalui kerja sama erat dengan pemerintah daerah.

“Bentuk kolaborasi meliputi pemantauan perkembangan harga dan inflasi di titik-titik pengukuran inflasi, serta pelaksanaan berbagai kebijakan pengendalian inflasi di daerah,” bebernya.

Baca Juga: Pemprov Kalsel dan Balai Sungai Bangun Bendungan Riam Kiwa Seluas 771 Hektare Atasi Banjir

Ia mencontohkan, menjelang Ramadan, tampak Bank Indonesia memastikan distribusi komoditas strategis seperti beras, telur, dan cabai berjalan optimal. “Wilayah yang memiliki surplus produksi diarahkan untuk memasok daerah yang mengalami defisit, sehingga pasokan tetap terjaga dan gejolak harga dapat ditekan,” ucapnya.

“Seperti fokus pada beras, telur, dan cabai karena komoditas ini sangat berpengaruh terhadap inflasi dan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” imbuhnya.

Related posts

Borneo Barber Connect Hadirkan National Barber League di Wetland Square Banjarmasin

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Salurkan Bantuan Terdampak Banjir di Desa Pesayangan

Rp50,6 Miliar Dana Kerugian yang Dilaporkan ke IASC untuk Kalsel