Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Mengawali tahun 2026, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memberikan penghargaan berupa BK Award kepada tujuh wakil rakyat terhormat yang terpilih, namun sangat disayangkan di acara yang berlangsung disela pelaksanaan rapat paripurna internal itu ternyata banyak anggota dewan tidak berhadir.
Dari penyampaian Ketua DPRD Provinsi Kalsel Dr (HC) H Supian HK, SH, MH saat pimpin rapat paripurna internal, total kehadiran sebanyak 33 orang, terdiri 3 unsur pimpinan dewan dan 30 anggota dewan.
Sehingga dari data tersebut yang tidak berhadir di paripurna internal sebanyak 22 orang dari jumlah wakil rakyat di Rumah Banjar sebanyak 55 orang.
Ketidakhadiran puluhan anggota dewan itu sangat kontradiktif dengan tujuan BK DPRD Kalsel memberikan Award tersebut, karena pemberian penghargaan itu melihat dari kinerja, kehadiran, kontribusi maupun kedisiplinan wakil rakyat yang berkantor di Rumah Banjar.
Ada pun tujuh anggota dewan dari total 55 orang wakil rakyat yang meraih Award 2025 dari BK DPRD Kalsel yakni :
- Athaillah Hasbi, S.Sos, SH.
- H Rahimullah, SE.
- Firman Yusi, SP.
- Ilham Noor, ST.
- Habib Hamid Bahasyim.
- Dirham Zain.
- Halida Novia Sari, SH, M.Kn.
Ketua BK DPRD Kalsel HM Rosehan Noor Bahri, SH menuturkan diberikannya penghargaan BK Award itu menjadi simbol apresiasi terhadap anggota dewan yang dinilai konsisten menjaga integritas, etika serta marwah lembaga perwakilan rakyat.
“Mereka kami nilai memiliki kinerja dan kontribusi yang menonjol dalam menjalankan tugas, fungsi, hak serta wewenang sebagai anggota DPRD, termasuk kedisiplinan,” ujar Rosehan NB di Banjarmasin, Jumat (2/1/2026).
Mantan Wakil Gubernur Kalsel ini melanjutkan BK Award itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja politik tak hanya diukur dari produktivitas kebijakan, tetapi juga dari sikap dan keteladanan.
Namun disinggung banyaknya anggota dewan tidak berhadir saat pelaksaan rapat paripurna internal di awal tahun 2026 atau pada hari kerja pertama, Rosehan NB malah memaklumi walaupun juga menyayangkan puluhan wakil rakyat malah tidak hadir.
“Kita dapat memaklumi mungkin ada kesibukan mendesak rekan-rekan kami sehingga tidak bisa hadir. Tapi akan lebih bagus lagi jika semua anggota hadir di hari kerja pertama,” pungkasnya.