Neraca Yang Kuat Indocement Mencatat Posisi Kas Bersih Sebesar Rp 4,7 Triliun

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
(foto:istimewa)

Kotabaru Barito.
Sejalan dengan kenaikan laba, Beban Pajak Penghasilan–Neto meningkat 19,9% menjadi Rp324,4 miliar. Secara keseluruhan, laba untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2026 meningkat 22,5% menjadi Rp1.301,9 miliar. Neraca yang Kuat Indocement mencatat posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp4,7 triliun pada 30 September 2026.

Tekanan Biaya Energi Masih Berlanjut
Industri semen domestik masih menghadapi tekanan terhadap margin akibat tingginya biaya energi dan nilai tukar mata uang asing

Pendapatan Keuangan–Neto meningkat 797,0% menjadi Rp20,4 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan tingkat bunga atas utang PT Semen Grobogan. Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi–Neto juga meningkat 109,6% menjadi Rp49,8 miliar, didorong oleh peningkatan kinerja laba entitas asosiasi.

Di tengah volatilitas energi global dan terbatasnya kepastian mengenai pemulihan biaya, peningkatan efisiensi dan penggunaan bahan bakar alternatif menjadi langkah penting bagi industri, termasuk melalui penyesuaian harga jual lebih lanjut.
Selain itu, musim hujan yang akan datang berpotensi memperlambat laju kegiatan konstruksi dan menekan permintaan.

Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan.

Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.100 orang.

Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen.

Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur. Sejak 2022,

Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001. (Ril).

Follow Google News Barito Post

​

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar