Lebih Tanya ke AI, Ingatkan Risiko Anak

by adm barito post
0 comments 1 minutes read

Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – Kedekatan anak dengan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan perangkat digital menuntut pendampingan orang tua yang semakin aktif.

Baca Juga: Melalui RPK Mandiri, Perkuat Ekonomi Masyarakat dan Akses Pangan, BULOG Berdayakan 30 UMKM di Banjarmasin

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.

“Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,” ujar Wamen Nezar dalam Peluncuran Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan.

Wamen Nezar menyebutkan sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks, termasuk dengan kehadiran AI.

Baca Juga: Melalui RPK Mandiri, Perkuat Ekonomi Masyarakat dan Akses Pangan, BULOG Berdayakan 30 UMKM di Banjarmasin

Menurutnya, kondisi ini membutuhkan kolaborasi pemerintah, platform digital, dan orang tua untuk memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan sehat.

Ia juga mengingatkan risiko interaksi digital, mulai dari kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital.

Karena itu, pengasuhan digital perlu dilakukan melalui komunikasi terbuka, pendampingan, dan pemahaman terhadap fitur keamanan yang tersedia.

Baca Juga: Melalui RPK Mandiri, Perkuat Ekonomi Masyarakat dan Akses Pangan, BULOG Berdayakan 30 UMKM di Banjarmasin

Pemerintah telah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS sebagai landasan membangun ekosistem digital yang lebih aman dan sehat bagi anak.

“Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP TUNAS dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,” tegas Wamen Nezar.

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar