oleh

Yudisium Luring STKIP PGRI Dengan Prokes Ketat

Banjarmasin, BARITO – Dalam suasana pandemi Covid-19, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banjarmasin menggelar Yudisium Sarjana Periode I Tahun Akademik 2020-2021, Selasa (2/3/ 2021).

Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka atau luar jaringan (luring) di Hotel Rodhita dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Dari sejak awal hingga akhir acara, para peserta dan tamu yang hadir minimal harus melalui pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, dan memakai masker.

Imperial Ballroom yang memiliki kapasitas 400 orang pun hanya digunakan setengahnya .

Setiap kursi diberi jarak dan pembatas kaca sehingga interaksi dan potensi kerumunan dapat dihindari.

Selain itu, panitia juga merancang susunan acara secara lebih sederhana daripada biasanya sehingga tidak berlangsung terlalu lama.

Meskipun acara berlangsung singkat dari pukul  09.30 sampai dengan  10.45 WITA, namun tidak mengurangi kesakralan acara sebagai legalitas peserta untuk menggunakan gelar Sarjana Pendidikan di masyarakat.

Sedangkan peserta yudisium berjumlah 83 orang dari tujuh program studi.

Lulusan terbaik pada periode ini adalah Ratna Permata Sari dengan IPK 3,88 dari Program Studi Pendidikan Matematika, diikuti secara berurutan oleh Alfi Pratama Mahendra (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) IPK 3,84, Rari Salsabila (Pendidikan Seni Tari) IPK 3,72, Siti Fatimah (Pendidikan Teknologi Informasi) IPK 3,67, Nor Inayah (Pendidikan Biologi) IPK 3,59, Rahmayanti (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) IPK 3,57, dan Muhammad Syahrul (Pendidikan Bahasa Inggris) IPK 3,52.

Masa studi peserta pada periode ini cukup bervariasi antara 3,5 tahun hingga 6,5 tahun.

Dalam sambutannya, Ketua STKIP PGRI Banjarmasin, Dr. Hj. Dina Huriaty, M.Pd menyampaikan, situasi pandemi membuat lapangan pekerjaan lebih sulit.

Meski demikian, hemat dia,  kondisi ini justru menjadi peluang bagi para lulusan untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan prestasi dalam menciptakan usaha mandiri.

“Masa studi di kampus bukan merupakan waktu yang singkat sebagai pembelajar untuk bertransformasi menjadi pribadi yang tekun dan ulet sebagai modal bersaing di dunia kerja. Oleh sebab itu, para lulusan harus terus belajar untuk meraih prestasi terbaik di masyarakat,” ,ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan (PPLP) Perguruan Tinggi (PT) PGRI,  Drs. Dahri, M.M dalam sambutannya berharap, para yudisiawan jangan berhenti belajar. Hal itu karena ilmu pengetahuan terus berkembang.

“Ilmu pengetahuan bisa terus diperoleh bukan hanya dari buku, tetapi juga masyarakat dan pengalaman. Kemampuan alumni akan menjadi ujian pembuktian dari visi STKIP PGRI Banjarmasin, yakni unggul dalam berkompetisi, profesional dalam menerapkan ilmu pengetahuan, dan berkarakter dalam akhlak dan perilaku,” cetusnya.

Penulis: Cynthia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed