oleh

YKPN Sokong Kesejahteraan Petani Lewat Varitas Trisakti

Pelaihari,BARITO – Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) Pusat terus menggenjot sektor pangan diseluruh wilayah di Indoneasia agar petani mengalami kesejahteraan dan pada sisi lain YPKN membantu pemerintah untuk mengurangi impor beras. YKPN merupakan wadah sosial bagi para petani dalam upaya pengembangan usaha tani dan YKPN sudah mempunyai anggota petani di semua wilayah provinsi di Indonesia.

Tehnik pola tanam yang dikembangkan YPKN menggunakan bibit padi Trisakti dan pupuk organik hasil temuan Profesor Ali Zum Mashar yang diberi nama Mikroba Mbah Google:Bio P2000Z Ali Zum Mashar yang juga anggota Dewan Pakar YKPN.

Hingga saat ini YPKN sudah mengembangkan penanaman padi Trisakti dengan menggunakan Bio P2000Z diberbagai wilayah di Indonesia.
Sejalan dengan itu, YKPN kini hadir dibumi Tuntung Pandang dan oleh ketua umum (YKPN) Pusat Hj.Soud Aminah pun datang ke Desa Kurau Kecamatan Kurau guna melakukan panen raya padi varitas baru yang bernama varitas Trisakti Sabtu, (8/8) pekan tadi.

Dihamparan sawah lebih dari 2 hektar,varitas Trisakti tak kalah menguningnya tumbuh dengan jenis varitas lainnya sepeti Ciherang.

Panen padi varitas Trisakti juga turut dihadiri kepala Bulog Kalsel Arief Mandu dan Marhaines Budi Santono selaku Widya Iswara ahli utama Balai Besar Pertanian Binuang yang cakupan wilayahnya diseluruh provinsi Kalsel dan ketua YPKN provinsi Kalsel Ahmad Tomi beserta jajaran.

Sebelum melakukan panen raya, Ketua Umum YKPN Hj.Soud Aminah melakukan dialog bersama para petani setempat. Soud Aminah pun menggali apa-apa yang menjadi kendala para petani dan petani juga menyuarakan aspirasinya.

Dalam dialog terkupas kalau masalah irigasi menjadi persoalan yang kerap dihadapi saat akan memasuki musim kemarau, karena diwilayah Kecamatan Kurau polanya tergantung hujan,sehingga pula diperlukan embung.
Usai memanen padi varitas Trisakti ketua umum YPKN dalam keterangan persnya mengatakan, varitas Trisakti ini umur panenya lebih cepat yakni hanya 75 hari dari varitas lainnya mencapai 10 sampai 11 ton per hektare.

“YPKN berkeinginan mencakup semua daerah ditingkat provinsi maupun kabupatan yang berpotensi untuk ditanami varitas Trisakti, akan tetapi saran dari PPL bahwa varitas Trisakti memerlukan saran arigasi yang optimal,”kata Aminah.

Ia menambahkan, YPKN kerjasama dengan Bulog untuk pengisian beras, terlebih adanya rencana Bulog membangun penggilingan padi modern kapasitas 120 ton diwilayah Pulau Jawa. Tanam padi ini sendiri berharap Bulog bisa swasembada dan tidak impor, itu makanya pengembangan padi Trisakti ini sifatnya mensejahterakan petani, dan khusus di Kecamatan Kurau ini akan disentuh dengan tehnologi organik karena pada kandungan airnya masih mengandung zat-zat lain.

Varitas padi Trisakti sendiri pada tanam perdana di Desa Kurau sudah memproduksi 3 sampai 4 ton, dan pada tanam kedua diprediksi mencapai 10 sampai 11 ton sepanjang SOP nya ditingkatkan bahkan mampu mencapai 15 ton per hektare.

Sementara itu kepala Bulog Kalsel Arief Mandu mengatakan, selama ini diakui masih mendatangkan beras dari Jawa Timur. Dengan pengembangan padi Trisakti dimana produksi 10 sampai 11 ton per hektare juga berharap kebutuhan Kalsel akan beras bisa terpenuhi dari produksi Kalsel sendiri.

“Kapasitas gudang Bulog ada 38.000 ton, dan adanya rencana pembangunan Modern Rice Plan dengan kapasitas besar pada akhirnya bisa membantu. Semua terintegrasi mulai dari bibitnya, pupuknya, hasil produksinya dan diback up lagi dengan industri pasca panennya, maka varitas Trisakti ini dapat menjadi stok kebutuhan di Kalsel maupun bisa mensuplainya ke Kalteng dan Kaltim, apalagi kalau ibukota negara baru pindah ke Kaltim, maka Kalsel sebagai pintu gerbang dan sebagai lumbung pangannya Kalimantan, semua harus ditopang dengan terus memperluas tanam varitas Trisakti,”ungkap Arief.

Suksesnya varitas Trisakti tidak luput dari peran Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) yang saling berintetaksi dengan petani. Balai Besar Pertanian selaku induknya para PPL pun melakukan langkah-langkah untuk menopang kerja para PPL.

Marhaines Budi Santono selaku Widya Iswara ahli utama Balai Besar Pertanian Binuang yang cakupan wilayahnya diseluruh provinsi Kalsel mengungkapkan, varitas Trisakti yang memiliki kelebihan dari varitas lain ini dalam pengelolaannya harus sesuai standar, sebab kalau tidak jelas hasilnya juga kurang maksimal.

Maka dari itulah peran adanya pelatihan dan peran penyuluhan kepada petani terus dibangun agar hasil didapat juga optimal.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed