oleh

WNA di Kalsel Didominasi Profesional China

Banjarmasin, BARITO – Jumlah warga negara asing (WNA) di Kalimantan Selatan pada akhir Mei berjumlah 514 orang yang didominasi pekerja profesional yakni 219 orang laki -laki dan 4 perempuan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China.

Kepala Divisi Keimigrasian Kalsel, Dodi Karnida merinci, jumlah selengkapnya dari WNA yang memiliki izin tinggal di Kalsel yakni dari total 514 itu, 219 laki-laki, 4 perempuan sebagai tenaga ahli, 55 laki-laki dan 1 perempuan TKA Bidang Perindustrian, 29 laki-laki dan 12 perempuan mahasiswa/pelajar, 32 laki-laki suami ikut isteri, 32 laki-laki TKA Bidang Konstruksi dan Bangunan, 31 laki-laki dan 1 perempuan TKA Bidang Pertambangan dan Penggalian.

Selanjutnya , ada 14 laki-laki TKA Bidang Perdagangan, 12 laki-laki sebagai Auditor/Quality Control Pada Cabang Perusahaan, 11 laki-laki profesi menerima bayaran dan lain-lain.

“Jika berdasarkan kewarganegaraan, maka yang terbanyak ialah WN RRT yaitu sejumlah 265 orang,” jelas Dodi akhir pekan tadi merujuk pada  data Subsistem Izin Tinggal dari data Sistim Informasi Keimigrasian (SIMKIM) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan.
Dodi mengatakan bahwa WN RRT yang jumlahnya masih dominan itu yakni 260 orang laki-laki 5 perempuan, disusul Korea Selatan 47 laki-laki 1 perempuan, Malaysia 38 laki-laki 4 perempuan, Thailand 24 laki-laki 6 perempuan, India 15 laki-laki 1 perempuan.

Kemudian dari Filipina 9 laki-laki 5 perempuan, Yaman 7 laki-laki dan 6 perempuan, Kamboja 10 laki-laki 2 perempuan, Australia 7 laki-laki 3 perempuan dan Brazilia 6 orang laki-laki serta lain-lainnya yang berasal dari 34 negara.
Berdasarkan data tersebut juga tercatat bahwa pada menjelang Hari Raya Idul Fitri, kemudian hari libur selama 2 hari Idul Fitri dan sampai  Jumat, 7 Mei 2019, tidak ada satupun permasalahan keimigrasian orang asing.

“Termasuk tidak ada permohonan izin berangkat mendadak atau emergency exit permit ataupun permohonan paspor mendadak atau emergency. Walaupun petugas imigrasi di Kantor Imigrasi Banjarmasin maupun Batulicin sudah kami siapkan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh masing-masing kepala kantornya sesuai arahan Direktur Jenderal Imigrasi,” tuturnya.
Jika ada permohonan paspor darurat/mendadak misalnya, kata Dodi, ataupun jika ada penggantian paspor hilang/rusak sedangkan pemegangnya harus berangkat minggu depan, maka petugas siap membantu sepenuhnya.

Sedangkan terkait dominasi TKA di Indonesia, hemat dia bahwa hal itu merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

” Kita harus akui bahwa RRT, Korea Selatan dan Jepang  itu merupakan investor dan negara maju. Mereka punya modal, juga menguasai teknologi tinggi dan memiliki banyak tenaga kerja yang ahli. Untuk merebut sektor pekerjaan dari TKA atau untuk mengurangi jumlah TKA,  kita harus bergerak meningkatkan keahlian, baik bahasa maupun penguasaan teknologi,” bebernya.tya

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed