oleh

Wisuda dan DN XXXVII , STIH Sultan Adam Ikuti Prokes

Banjarmasin, BARITO – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam menghelat Dies Natalis (DN) XXXVII dan Wisuda Program Sarjana dan Magister secara tatap muka, Sabtu (17/10/2020).

Hadir memberikan sambutan Ketua STIH Sultan Adam, DR H Abdul Halim Shahab, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)  Wilayah XI Kalimantan Profesor Udiansyah dan Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum Indonesia (YPTIHI) Sultan Adam, Ir Fachrur Rozy.

Kegiatan diselenggarakan di ruang terbuka  dengan kursi berjarak di bawah tenda dan tanpa salaman.

Para peserta dan undangan mengenakan masker dan umumnya juga memakai faceshield, diminta sering mencuci tangan, menjaga jarak, serta tanpa kehadiran orang tua wisudawan.

Selain itu, kelompok peserta dibagi 2 atau bergantian, yakni pada hari Sabtu (17/10/2020) dan Minggu (18/10/2020). Setelah mengikuti prosesi pengalungan gordon, wisudawan dihimbau untuk meninggalkan tempat acara.

Ketua STIH Sultan Adam Banjarmasin, DR. H. Abdul Halim Shahab mengungkapkan, pihaknya turut melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 melalui perayaan dies natalis dan wisuda dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Pada hari sebelumnya, kami telah melakukan rapat koordinasi dengan Satgas Covid, kepolisian, LL DIKTI, yayasan dan seluruh pimpinan. Maka diputuskan bahwa wisuda digelar di kampus,” ujarnya kepada wartawan.

Halim menambahkan, pihaknya tidak ingin menghilangkan momen kesakralan upacara kelulusan. Wisuda tetap terlaksana, tukasnya, namun ada perubahan tertentu.

Seperti diketahui, tempat pelaksanaan wisuda berada di halaman kampus atau tidak dalam ruangan tertutup agar resiko untuk penularan dapat diminimalisir.

“Lulusan yang berjumlah 94 orang dari program S1 dan 32 peserta dari program magister, bersukacita pada upacara ini. Kepada wisudawan wisudawati , saya berharap, ilmu yang didapat bisa diterapkan, sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Salah satu wisudawan, Supian HK menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh dosen yang selama ini membimbing dan meluluskan dirinya pada program magister (S2).

“Ilmu yang diperoleh selama menempuh perkuliahan menjadi ilmu tambahan berkait tugas saya dalam mengemban amanah dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu.

Sedangkan salah satu alumni dari program Sarjana , Imelda, mengakui,  dirinya menginginkan untuk diwisuda secara langsung tetapi harus disiplin prokes.

Misalnya mengenakan masker untuk melindungi diri dan orang sekitar.

“Upacara wisuda dengan pengaturan khusus seperti ini menjadi solusi terbaik di tengah kondisi pandemi Covid-19. Kita sudah menempuh kuliah 4 tahun, kalau diwisuda virtual, saya rasa mungkin kesannya jadi kurang formal dan kurang rasa kebanggaannya,” ujar Imelda yang terlihat memakai masker dan saat ini berkarir di lembaga kepolisian Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Penulis: Cynthia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed