oleh

Wartawan Diminta Turut Berperan Tekan Penyalahgunaan Narkoba 

Marabahan, BARITO – Sebagai insan pers yang menyampaikan informasi secara rutin di medianya, wartawan diminta turut berperan dalam menekan penyalahgunaan narkoba.

Peran tersebut yakni dengan menyampaikan pemberitaan tentang  bahaya narkoba apabila seseorang menggunakannya. Selain berurusan dengan aparat penegak hukum, tentunya banyak lagi kerugian-kerugian lainnya.

Dengan begitu, masyarakat yang  membaca berita yang ditulis wartawan akan sadar bahaya penyalahgunaan narkoba.

Demikian poin yang terungkap dalam kegiatan Workshop Pengembangan Kapasitas kepada insan media untuk mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba, yang digagas BNN Kabupaten Barito Kuala (Batola), di Aula Bahalap, Rabu (17/2).

Hadir sebagai peserta kegiatan berbagai awak media cetak, televisi, radio, dan online. Sementara narasumber Kepala BNNK Batola, AKBP M. Agus Wijanarko, S.Sos, Kepala Dinas Kominfo Batola, Akhmad Wahyuni, S.Sos, dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Batola, Herry Sasmita, SSTP, MAP.

Menurut Agus, saat ini Indonesia dalam keadaan darurut narkoba. Karena hampir semua bidang menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Narkoba tidak hanya menjerat warga masyarakat biasa, tapi juga telah masuk ke kalangan pejabat, aparat, pelajar, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya.

“Kenapa sampai terjadi begini? Karena Indonesia merupakan tempat yang ‘seksi’ untuk memasarkan narkoba. Selain penduduknya besar, wilayahnya yang terdiri dari berbagai kepulauan, ternyata memberikan ‘keuntungan’ kepada bandar narkoba memasok barang haramnya melalui jalur-jalur tikus yang sulit terdeteksi aparat,” jelas Agus.

Karena itulah, tandas Agus, untuk menekan penyalahgunaan narkoba di tanah air, BNN tidak bisa bekerja sendiri. Karena lembanganya bukanlah super power (kekuatan super). Melainkan dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak.

“Termasuk kerjasama dengan insan media. Karena dari pemberitaan media lah, warga menjadi tahu dampak apa saja yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba. Dari tahu kemudian masyarakat menjadi sadar, dan pada akhirnya menjauhi narkoba,” tukas pria yang baru empat bulan menjabat sebagai kepala BNNK Batola.

Sementara Kepala Dinas Kominfo, Akhmad Wahyuni, atau akrab disapa Wawah, berharap media turut aktif mengkampanyekan bahaya narkoba kepada masyarakat.

“Apalagi sekarang jaman canggih, hampir semua orang pegang gadget. Melalui pemberitaan wartawan yang bisa diakses melalui sambungan internet, maka sangat efektif mengkampanyekan bahaya narkoba,” katanya.

Menurut Herry Sasmita, saat ini media massa memegang peranan yang strategis dalam menyampaikan informasi, khususnya generasi yang mudah dijangkau oleh media massa.

“Dengan mengoptimalkan peran media dalam sosialiasi narkoba, maka akan mendukung terwujudnya penanganan penyalahgunaan narkoba,” sebut Herry.

Dikatakan Herry, media massa membantu masyarakat tentang informasi mengenai penyalahgunaan narkoba, yang bisa menyebabkan penyakit hingga kematian. Juga berpengaruh buruk kepada keluarga, tempat kerja, dan masyarakat.

Penulis : Rudy 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed