oleh

Warga Bingung Gas Elpiji 3 Kilogram Kosong di Pangkalan

Gas elpiji 3 Kg inilah yang sulit ditemukan oleh warga (langka).

 

Sampit,BARITO – Sulitnya menemukan keberadaan gas elpiji 3 kg di beberapa pangkalan, baik itu di pihak pengencer (warung) maupun penjualan khusus seperti di SPBU di Sampit. Para ibu rumah tangga mempertanyakan program pemerintah yang sebelumnya mengajak masyarakat miskin agar berpindah dari minyak tanah, dengan mempergunakan gas elpiji bersubsidi 3 kg.

Mulanya program tersebut disambut antusias oleh masyarakat Indonesia, namun belakangan ini untuk membeli gas elpiji 3 kg masyarakat semakin hari semakin sulit. Pangkalan yang berada ditempat pemukiman warga, yang semula menjadi tempat pembelian gas elpiji itu warga hanya hitungan 1 jam saja oleh pemilik Pangkalan dikatakan sudah habis.

Hal ini bertolak belakangan apa yang disampaikan warga Perumahan Betang Raya, Kelurahan Pasir Putih,Kecamatan MB Ketapang yang enggan disebutkan namanya ini mengatakan. Pemilik Pangkalan bila ada warga yang ingin membeli gas elpiji 3 kg ketempatnya, tidak jarang oleh pemilik Pangkalan dikatakan habis, begitu juga dengan Pangkalan lainnya.

“Padahal kalau mendekati malam atau Magrib, pasti ada datang mobil pick up ketempat Pangkalan tersebut dengan memuat gas elpiji 3 kg. Sementara warga sekitar masih banyak yang memerlukan, mungkin saja menjual keluar harga lebih tinggi,”terangnya Sabtu (12/1).

Untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg warga Perumahan Betang Raya, harus rela mengeluarkan duit yang lebih besar. Untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg tersebut, diwarung pengencer pun kalau ada di jual antara 27 ribu sampai 35 ribu (harga yang tidak semestinya).

“Kami berharap kepada pemerintah agar menindak tegas setiap Pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kg kepada pihak pengumpul, kalau perlu izin Pangkalannya dicabut saja.”Pintanya kepada pemerintah.
Sementara terkait dengan sulitnya menemukan keberadaan gas elpiji 3 kg di Sampit, media ini mencoba menghubungi Kepala dinas Pertambangan dan Energi, Ermal melalui telpon selulernya namun telpon yang bersangkutan tidak bisa dihubungi (tidak aktif).

Ditempat terpisah ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bongkar, Audy Valent menanggapi sulitnya warga menemukan gas elpiji 3 Kg di Sampit, menurutnya ini merupakan sendikat (mafia) yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Audy meminta kepada pemerintah, agar Tim bentukan pemerintah daerah kembali di aktifkan. Ini penting sekali untuk mencari siapa oknum penimbun gas elpiji 3 Kg, sehingga sulit ditemukan ditempat umum.

“Saya minta kepada pemerintah daerah, segera kembali mengaktifkan tim seperti yang kemaren agar warga tidak menderita berkepanjangan.”Ungkapnya. Zainal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed