oleh

Walikota Hadiri Peringatan Maulid di Masjid Nurul Jannah  

Hadir Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan penceramah KH Ilham Humaidi, juga hadir Habib Abdurrahman, KH Zainuddin Mahfudz, Guru Busyairi, dengan lantunan syair Group Maulid Habsy As Syafa, serta Ketua Yayasan Masjid Nurul Jannah Banjarmasin HA Zainuddin Djahrie. (ist/brt)

Banjarmasin, BARITO – Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Jannah Banjarmasin bertema “Dengan Peringatan Maulidur Rasul Sebagai Suri Tauladan Dalam Hidup Berkeluarga dan Bermasyarakat”, digelar pada Sabtu malam (17/11).

Hadir Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan penceramah KH Ilham Humaidi, juga hadir Habib Abdurrahman, KH Zainuddin Mahfudz, Guru Busyairi, dengan lantunan Group Maulid Habsy Assyafa.

Ketua Pelaksana HA Zainuddin Djahri mengatakan, nilai spiritual dari peringatan Maulid Nabi adalah setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cintanya pada Nabi SAW.

Ia mengakui Islam mengajarkan arti keberagaman dan kerukunan umat beragama.”Sebagai pembawa agama yang rahmatan lil’alamin, Nabi Muhammad adalah orang yang paling penuh kasih sayang, maka sikap seperti itulah yang harus kita teladani,” kata Caleg Partai NasDem untuk DPRD Provinsi Kalsel Dapil Kota Banjarmasin ini yang juga Ketua Yayasan Masjid Nurul Jannah Banjarmasin didampingi para pengurus Nurul Jannah Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan, pihaknya sangat bangga dengan kegiatan masyarakat, termasuk peringatan maulid Nabi SAW. “Mari kita pupuk rasa cinta kita kepada Nabi SAW dalam peringatan maulid ini,” katanya.

Dalam tausyiahnya KH Ilham Humaidi menguraikan kepada jamaah agar senantiasa  bershalawat kepada Nabi SAW.

Semua yang telah dilakukan manusia di dunia akan dibalas di akhirat, baik itu amalan baik maupun amalan buruk. Salah satu amalan baik untuk bekal surga adalah bershalawat kepada Nabi SAW setiap waktu. Hanya kepada Allahlah tempat meminta pertolongan, Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Namun pertolongan itu hanya untuk mereka yang bershalawat saat masih hidup di dunia. Begitulah pentingnya ibadah ini dihari akhir nanti. Ternyata, tidak hanya manusia, karena Allah dan malaikat pun ikut bershalawat kepada Nabi SAW.

Untuk waktu bershalawat bisa dilakukan kapan saja. “Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT,” ujar KH Ilham Humaidi sekaligus mengakhiri tausyiah. afd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed