oleh

TTIC Kalsel diluncurkan Untuk Pangan Terjangkau dan Kendalikan Harga

Teks Foto : Peluncuran TTIC Kalsel di Kantor DKP Provinsi, Rabu(12/12) pagi. (Foto:tya/brt).

Banjarbaru, BARITO

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) meluncurkan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di halaman kantor instansi tersebut, Rabu (12/12) pagi.

Acara peluncuran juga disertai pembukaan bazar murah menyambut hari besar keagamaan nasional (HBKN). Bazar diikuti sejumlah instansi diantaranya DKP Provinsi Kalsel, DKP Kota Banjarbaru, Perum Bulog, dinas perdagangan dan distributor.

Selain itu dilakukan pula penyerahan bantuan bibit dari DKP Kalsel kepada Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Asisten I Setdaprov Kalsel, Siswansyah mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor berharap para petani bisa menstandarkan harga.

“Jadi antara harga di luaran dengan harga di TTIC tentunya akan bervariasi. Kalau harga pangan di pasaran bervariasi, di TTIC stabil. Jadi menstabilkan harga disini lah tempatnya. Kalau mahal disana (pasar,red), disini tentu murah. Tidak mungkin harga disini lebih mahal daripada di pasar,” ujarnya kepada wartawan usai acara. Diharapkan, tahun 2019 masyarakat semakin sejahtera demikian pula petani bisa meningkatkan produksi dan kualitas dari tanaman pangan di Kalsel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel , Suparno menuturkan, pada prinsipnya ketahanan pangan mencakup 3 hal. Yakni ketersediaan cukup untuk 3 bulan kedepan, tersebar di seluruh wilayah Kalsel, aman dikonsumsi serta terjangkau oleh masyarakat . “Dengan berdirinya TTIC , kalau harga di pasar melonjak, orang pasti akan akan lari kesini. Kalau harga pangan di pasaran stabil, berarti sesuai dengan harga di TTIC. Disini kita menyediakan fasilitas termasuk keamanan. Jadi berdagang saja disini dan langsung dari produsen,” jelasnya.

Suparno mengungkapkan, pihaknya berada di tengah-tengah antara produsen dan konsumen. “Kami di ketahanan pangan harus melindungi 2 pihak yakni produsen dan konsumen. Kalau harganya tinggi, konsumen menjerit. Kalau harga terlalu rendah, produsen menjerit. Jadi kita stabilkan di tengah-tengah ,” bebernya.

Sedangkan untuk Bazar Murah, Suparno mengatakan kegiatan itu digelar pada menjelang hari besar keagamaan. Misalnya saat ini sudah akan tiba Natal dan Tahun Baru, maka harga biasanya melonjak. Sehingga DKP Kalsel membuka bazar murah yang diantaranya menjual beras, telur ayam ras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih dan bahan pangan lainnya.Bazar murah itu akan berlangsung dari Senin sampai Sabtu dari pukul 08.00 -15.30 wita.

Berdasarkan pantauan wartawan, bazar ini disambut antusias oleh masyarakat. Para ibu terlihat sudah berbelanja sejak pagi hari sebelum acara peluncuran TTIC dimulai pada pukul 10.00.wita. Sehingga beberapa bahan pangan sudah habis. Misalnya di salah satu lapak beras dan minyak goreng, beras lokal yakni beras pandak kemasan 2 kilogram seharga Rp 17.500 habis terjual dari 20 bungkus yang tersedia.tya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed