oleh

Travel Umroh di Kalsel Boikot Garuda Indonesia

Banjarbaru, BARITO – Garuda Indonesia telah menunjuk 4 agen besar untuk melayani penjualan tiket penerbangan umroh yang berlaku sejak 1 Maret 2019. Keempat agen besar biro perjalanan melayani tiket penerbangan umroh berkedudukan di Jakarta itu yakni NRA, Maktour, Kanomas dan Wahana.

Akibatnya, seluruh pengusaha travel umroh di Kalimantan Selatan, bahkan Indonesia harus melakukan pemesanan tiket di Jakarta dan hanya kepada empat agen besar tersebut saja.

Menyikapi persoalan itu, Ketua Forum komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh dan Haji Khusus Kalsel (FKPPIUHK) Kalimantan Selatan H Saridi Sarimin akan melakukan boikot terhadap maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Akibat adanya monopoli penjualan tiket penerbangan umroh Garuda Indonesia oleh beberapa biro perjalanan di Jakarta.

Ia menyebutkan kebijakan baru tersebut dianggap merugikan pelaku biro haji dan umroh lokal. “FKPPIUHK yang beranggotakan 50 biro perjalanan umroh menyesalkan kebijakan baru dari Garuda Indonesia. Masa kita harus ke Jakarta beli tiketnya. Kita akan boikot, kita akan beralih ke Lion Air, Saudi Airlines, Emirat, Etihad, dan lainnya,” ujarnya didampingi pengusaha travel PT Albis Nusa Wisata Hj Utami Dewi, PT Salfany Safanusa H Farid, PT Wahdan Sabilana, PT Kaltrabu Indah dan sejumlah biro perjalanan umrah lainnya usai melakukan pertemuan di Kota Banjarbaru, Kamis (14/3/2019).

Senada itu, Direktur Utama PT Albis Nusa Wisata Hj Utami Dewi menjelaskan, dengan kebijakan tersebut, para pengusaha travel umrah di Kalsel sudah tidak bisa memesan tiket secara langsung kepada Garuda Indonesia di Banjarmasin. Untuk mendapatkan tiket, para pengusaha biro haji dan umroh lokal harus melakukan pembelian kepada agen yang ditunjuk tersebut dengan selisih harga yang lebih mahal.
“Akibat penjualan tiket yang dimonopli sekarang, harganya lebih mahal. Selisihnya naik mencapai Rp 2,4 juta dibanding harga sebelumnya untuk umroh rute PP Banjarmasin-Jeddah,” katanya.

Selain monopoli penjualan tiket, para pengusaha travel juga merasa kecewa dengan kebijakan Garuda Indonesia. Mereka dianggap tidak memiliki komitmen bersama. “Kami mendesak kepada Garuda Indonesia agar segera mencabut kebijakan itu. Kalau tuntutan ini tidak diindahkan, kita bersepakat untuk memboikot Garuda Indonesia untuk layanan penerbangan jemaah umroh,” bebernya.

Meski demikian, sela H Farid dari Salfany Safanusa masih menunggu (wait and see). Namun yang harus dicermati, sambungnya, pihaknya selama ini sangat memberikan keuntungan bagi daerah, dengan banyaknya jamaah yang tertarik menunaikan ibadah umroh menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.

“Artinya langkah selanjutnya, kami menunggu perkembangannya saja, namun kami berharap kebijakan Garuda Indonesia bisa ditinjau ulang, sehingga calon jemaah umroh pun tidak kena imbas pilihan fasilitas pesawat yang kian terbatas atau biaya perjalanan umroh yang kian melambung,” imbuhnya. (afdi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed