oleh

TNI Pasang Jembatan Bailey

Pelaihari,BARITO – Pasca putusnya jembatan di wilayah Kelurahan Pabahanan sebagai jembatan penghubung jalan nasioanal akibat terjangan banjir, TNI dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel langsung respon cepat memasang jembatan jenis Bailey. Jembatan Balley merupakan jembatan yang kerap digunakan dalam hal militer dan mampu menahan beban 40 ton.

Proses pemasangan siring baja runcing penahan tanah longsor yang ditancapkan dibagian oprit jembatan akibat tergerus banjir melibatkan 1 unit alat berat untuk menancapkan sampai kedalam tanah.

Sabtu, (16/1) malam proses pemasangan siring untuk jembatan Bailey disaksikan langusng Dandim 1009 Pelaihari Letkol Inf Adi Yoga Susetyo dan beberapa pejabat dari BPJN Kalsel serta Komandan Den Zipur 8/GM Kodam VI/Mlw Mayor Czi Angga Harinda, disamping dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Tanah Laut Bidang Bina Marga.

Dijelaskan Komandan Den Zipur 8/GM Kodam VI/Mlw Mayor Czi Angga Harinda, struktur jembatan Bailey dengan maksimal kekuatan menahan maksimal beban 40 ton dan dipasang sebanyak 5 petak dengan panjang 15 meter.

“Pada lokasi ini ada 2 titik, yakni titik lebih dekat dan lebih jauh. Pada titik dekat dipasang oleh Den Zipur sementara dititik jauh dipasang oleh BPJN Kalsel. Personil Den Zipur yang dikerahkan sebanyak 21 orang untuk melaksanakan proses pemasangan pada titik terdekat,”jelasnya.

Kendati jembatan terputus, disiapkan jembatan penyeberangan untuk orang, dengan harapan agar perekonomian didaerah tetap berjalan. Jika ada pengambilan barang, maka menggunakan tenaga orang untuk melintasi jembatan darurat tersebut.

Sementara itu, Dandim 1009 Pelaihari Letkol Inf Adi Yoga Susetyo mengutarakan, respon cepat dilakukan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam hal perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.

“Sebagaimana penyampaian Bupati Tala H.M.Sukamta untuk membantu jembatan Bailey, hal itu pun dilaporkan ke Danrem 101 Antasari, dan kebetulan ada kunjungan Panglima TNI ke Kalsel, Danrem pun melaporkan hal demikian guna dipasangnya jembatan Bailey,”kata Dandim.

Dandim menambahkan, Panglima TNI memerintahkan kepada Kepala Pusat TNI AD untuk mendukung agar jalan nasional yang menghubungkan 2 kabupaten ini dapat kembali normal.

“Aktivitas ekonomi seperti distribusi sembako, BBM sangat dibutuhkan masyarakat di Tanah Laut, maka oleh Den Zipur 8 yang berada di Banjarbaru pun menyiapkan 1 unit jembatan Bailey. Kemungkinan dalam waktu 3 sampai 4 hari sudah terpasang dan arus kendaran bisa kembali normal,”jelas Dandim.

Personil dari Kodim 1009 Pelaihari pun disiagakan dilokasi, dan membantu warga yang ingin menyeberang lewat jembatan darurat berupa plat besi baja sepanjang kurang lebih 10 meter. Anggota Kodim 1009 Pelaihari bahkan harus menggendong warga yang terlihat tua untuk diseberangkan melewati jembatan darurat plat besi sepanjang 10 meter.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed