oleh

Tim Adiwiyata Diminta Susun Skenario Penilaian Masa Pandemi Covid-19

Banjarbaru, BARITO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, tetap melaksanakan proses penilaian sekolah adiwiyata tahun ini untuk seleksi tingkat provinsi. Kendati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meniadakan seleksi sekolah adiwiyata tingkat nasional dan mandiri 2020 dengan alasan kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Karenanya, tim penilai tingkat provinsi yang berasal dari unsur DLH, pers, akademisi, lembaga swasaya masyarakat (LSM), dinas pendidikan, dan kementerian agama itu menyusun skenario penilaian pada saat wabah Covid-19 masih terjadi.

“Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini berakhir. Tapi tidak bisa hanya menunggu, dan dengan kondisi yang ada kita harus bisa bekerja di luar kebiasaan, kita bikin caranya agar (penilaian adiwiyata,red) terus bisa dilaksanakan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah  Dwi Nirwana di Banjarbaru, Rabu (1/7) dalam rapat Tim Adiwiyata Provinsi Kalsel di aula kantor setempat.

Meski alokasi dana untuk kegiatan ini terbatas ujar Hanifah, tidak harus menjadi alasan meniadakan penilaian sekolah untuk tingkat provinsi. Karena hal itu diperlukan sebagai persiapan keikutsertaan tahun depan sebagai calon sekolah adiwiyata nasional atau mandiri.

“Tim saya harapkan tetap mengkomunikasikan pentingnya adiwiyata ini, dan pihak sekolah juga diharapkan bisa menerapkan  program ini, meskipun tidak dalam kegiatan belajar mengajar secara langsung atau tatap muka,” ujarnya.

Pogram sekolah Adiwiyata merupakan program nasional melalui KLHK dalam upaya mendorong terciptanya pengetahuan dan menumbuhkembangkan kesadaran para siswa di sekolah untuk terlibat langsung berpartisipasi menjaga kebersihan agar tercipta lingkungan yang indah dan sehat.

Tujuan dari program ini adalah terwujudnya sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan kelestarian lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik.

“Minimal kita bisa memberikan pemahaman kepada siswa dan mereka bisa jadi agen-agen di tempatnya masing-masing,” harap Hanifah.

Rapat tim penilai selain menyusun jadwal sosialisasi terkait program adiwiyata ke sekolah di 13 kabupaten/kota se Kalsel, juga memantapkan cara pembinaan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 sekarang, dan pembahasan format baru penilaian yang diterapkan mulai tahun depan.

Penulis: Salman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed