oleh

Terekam CCTV, Pengutil di Indomart Diamankan Karyawan

TIGA KALI-Pengutil di Indomart Antasari berinisal YSP ini ditangkap karyawan setempat karena beraksi tiga kali hingga diserahkaj ke polisi, Rabu malam tadi. (foto: ist)

Banjarmasin, BARITO
Seorang pengutil di Indomaret 110 Jalan Antasari/Pangeran Kelurahan Pekapuran Raya Banjarmasin Timur diamankan karyawan setempat, Rabu ( 2/1) sekitar pukul 09.00 Wita. Karena terlapor berinisial YSP (37) sebelumnya sudah terekam Closed Camera Television (CCTV) minimarket tersebut.

Tak hanya itu perbuatan pengutil warga Jalan Sejahtera 2 Gang Sempurna Kelurahan Kelayan Luar Kecamatan Banjarmasin Tengah itu, ternyata sudah dua kali beraksi. Geram dengan pengutil itu, karyawan kemudian mencari pelaku.

Semua karyawan kemudian siaga satu, bila melihat yang bersangkutan maka diperintahkan untuk mengamankannya. Lantaran sudah jelas ciri-ciri pengutil dari rekaman CCTV sebelumnya

Menurut keterangan saksi bernama Syarifah (23) saat melakukan pemeriksaan barang ternyata ada barang yang hilang .Setelah di cek CCTV, pengutil terlihat saat melakukan aksinya melalui CCTV di Indomaret sebanyak dua kali.

Kemudian pada saat melakukan aksi yang ketiga, pengutil diamankan oleh Ahmad Maulana (23) juga karyawan Indomart. Namun terlapor berjanji akan mengganti kerugiannya, setelah ditunggu-tunggu, pelaku tidak datang- datang.

Selanjutnya para karyawan mencari pengutil, hingga sekitar 22.00 Wita di temukan. Kemudian pihak Indomart melapor ke Banjarmasin Timur. Atas kejadian tersebut PT Indomarko Prismatama mengalami kerugian Rp 361.000.

Ada pun barang yang dicuri pelaku satu keping Obat Neo Rheumacyl, satu Bungkus Salonpas, Botol Hotin Cream dan dua Botol Parfum AXL serta satu Botol Parfum AXE.

Kapolsek Banjarmasin Timur Kompol HM Uskiansyah melalui Kasi Humas Aiptu Partogi mengatakan, pihaknya menerima informasi ada pencurian di TKP, kemudian bersama-sama unit Sabhara Polresta dan Reskrim menuju lokasi.

Aksi pelaku yang diamankan karyawan dan pengutil itu dijemput polisi mendapatan sorotan dari warga sekitar yang geram dengan aksi panjang tangan tersebut. “Awalnya dibawa pihak polresta, tapi kemudian diserahkan ke Polsek yang menanganinya,”sebut Partogi. Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed