oleh

’’Tak Usah Bepergian di Akhir Tahun’’

1.265  Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Kalsel

Banjarmasin,  BARITO – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengimbau masyarakat agar  tidak bepergian di akhir tahun guna mencegah penyebaran Covid-19 yang belakangan kembali meningkat.

“Mari kita semua peduli terhadap ancaman nyata Covid-19 ini. Sehingga libur akhir tahun ini sebaiknya tetap di tempat masing-masing dan tidak bepergian keluar kota, apalagi luar provinsi,” kata dia seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Intan 2020 di Mapolda Kalsel di Banjarmasin, Senin (21/12).

Menurut gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu, mobilitas penduduk antardaerah akan sangat berpotensi menyebabkan penularan Covid-19.  ‘’Apalagi jika lokasi tujuan adalah zona merah kasus penyebaran Covid-19,’’ ujarnya.

Untuk itulah, imbuh dia, bagi masyarakat yang tetap ingin ke luar daerah maka dipastikan diri sehat dan terbebas dari Covid-19 melalui pemeriksaan rapid test antigen ataupun tes usap PCR.

“Pemerintah sudah menetapkan kebijakan wajib negatif  Covid-19 melalui rapid test antigen untuk keluar masuk ke Pulau Jawa dan Bali, bahkan wajib tes usap. Jadi, untuk warga Kalsel yang liburan ke Jawa atau Bali pikir-pikir dululah,” ujarnya.

Sementara Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikhwanto mengatakan Operasi Lilin Intan dimulai 21 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021 yang difokuskan untuk pengamanan Natal dan libur tahun baru.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi kali ini fokus menekankan pada upaya pencegahan pertambahan kasus Covid-19.

“Kami harapkan di masa libur akhir tahun ini masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. Hindari kerumunan di tempat hiburan dan wisata jadi sebaiknya tetap di rumah saja,” katanya didampingi Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah dan Kabinda Kalsel Brigjen Pol Winarto.

Untuk pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Intan 2020, Polda Kalimantan Selatan dan Polres jajaran mengerahkan 1.265  personel gabungan.

Secara rinci,  Kapolda menyebutkan,  pada operasi  yang  fokus pada pengawasan protokol kesehatan (prokes)  itu Polda Kalsel dan jajaran menyiapkan 695 personel Polri, di-back up 130 personel TNI, 116 dari Pol PP, Dishub 110 personel, Dinkes 8 personel, ditambah bantuan 100 anggota Pramuka dan 24 anggota PMI serta 35 personel Basarnas, Jasa Raharja dan Angkasa Pura.

Rikhwanto berharap, dengan kekuatan yang ada bisa memberikan pengamanan maksimal pada seluruh kegiatan masyarakat.   ‘’Termasuk pengamanan ibadah Natal dan pengawasan malam pergantian tahun yang melarang semua kegiatan berpotensi menciptakan kerumunan di tengah Pandemi Covid 19 yang hingga kini  belum berakhir,’’ ujarnya.

Kapolda mewanti  wanti agar Kalsel  yang sudah keluar dari 10 besar zona merah penyebaran Covid-19 tidak terjadi lagi penyebaran.

“Kalsel sudah keluar dari 10 besar daerah zona merah,  jangan sampai ada klaster malam tahun baru, ” ujar mantan Kapolda Maluku Utara ini pada Press Release akhir tahun di Aula Mathilda Bhayangkari  Polda Kalsel, Senin (21/12).

Direktur Ditlantas Polda Kalsel Kombes Pol Andi Azis Nizar mengatakan untuk tahun ini pihak Ditlantas tidak akan melakukan penyekatan atau menutup jalan guna memutus arus di wilayah perbatasan kota dan kabupaten.

Sebab, menurutnya, di samping masyarakat sudah memahami akan larangan berkumpul di malam pergantian tahun terkait pandemi covid 19,  juga Kalsel bukan merupakan daerah tujuan mudik, sehingga mobilitas aktivitas masyarakat tidak terlalu padat.

“Tidak ada razia kita lebih fokus pada imbauan itu lebih efektif selain itu kita fokus pada pengamanan arus lalu lintas,” pungkas Andi Nizar.ant/mr’s/dya

Penulis: Mercurius
Editor : Dadang Yulistya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed