oleh

SMKN 3 Banjarmasin Gelorakan Semangat Manjadda Wajada

Banjarmasin, BARITO – Semangat merealisasikan pepatah Arab Manjadda Wajada atau kesungguhan dan keinginan kuat untuk maju terus digelorakan di lingkungan SMK Negeri 3 Banjarmasin. Hal itu dicetuskan Kepala SMKN 3 Banjarmasin, Muhammad Ali Muksin dihadapan siswa yang mengikuti kegiatan Jumat Taqwa di halaman Mesjid Out Door Elrusdy, Jumat (10/01).

Man jadda wajada merupakan istilah yang begitu popular di kalangan santri yang berarti “Siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan sukses”. Semangat inilah ujar Muksin yang ingin ditanamkan kepada para siswa hingga bisa mencapai cita-cita mereka nantinya.

Dikatakan, untuk meraih manfaat dari pepatah ini, jangan hanya sekedar dijadikan slogan, namun harus membumi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, aplikasi man jadda wajada harus benar-benar dihayati dan diterapkan secara nyata. Orang yang tidak menerapkan prinsip ini, mereka cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah pada nasib.

Muksin juga menyebutkan, pihaknya berkomitmen menjadikan sekolah ini melahirkan generasi selain pengetahuan umum dan keahlian sesuai bidang yang siswa pilih, juga tentang agama. Komitmen itu sebagai diwujudkan meningkatkan pendidikan karakter bagi siswa melalui berbagai kegiatan rutin bidang keagamaan seperti Jum at Taqwa yang dilakukan tiap minggu kedua, mengaji sebelum memulai pelajaran di kelas, dan bersalaman dengan para guru saat masuk/pulang sekolah.

Bahkan tahun ini, SMK yang berlokasi di Jalan Pramuka Kilometer 6 Banjarmasin ini berencana membuat program pendidikan tahfidz quran yang diharapkan juga jadi rule model (contoh) SMK lainnya di Kalimantan Selatan.

 

Muksin yang baru menjabat sebagai kepala sekolah setempat, sekaligus bertindak selaku pemberi materi (penceramah) dengan menyampaikan beberapa hikayat/cerita yang mengandung pesan-pesan penting.

Pesan itu berupa pentingnya menjaga lidah atau perkataan, karena orang yang tidak bisa menjaga lidahnya dikatakan, bukan termasuk ahli surga.

Pesan lain yang disampaikannya dari cerita itu adlah supaya semua orang mencari ridha Allah, mencari ilmu dengan terus belajar, mengajak meningkatkan amal ibadah, termasuk ibadah yang dianggap remeh seperti berjabat tangan atau senyum tiap bertemu orang lain.

“Kemudian, selalu berdoa untuk mengikhlaskan kesalahan saudara-saudara kita,” pesan Muksin.

Penulis: Salman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed