oleh

SMK Maestro Islamic School, SMP dan SMA Almazaya Gunakan Pembelajaran Daring

Banjarmasin, BARITO – Upaya pencegahan dasar terhadap penyebaran Virus Corona atau Covid-19, SMK Maestro Islamic School, SMP dan SMA Almazaya, membuat cairan antiseptik hand sanitizer sendiri. Pembuatan cairan antiseptik ini untuk memenuhi kebutuhan siswa sendiri, karena langkanya cairan tersebut di pasaran.

Dibimbing Rahmawati Apt, selaku Kepala Laboratorium Farmasi, pembuatan cairan antiseptik hand sanitizer ini melibatkan 13 siswa-siswi kelas 11 parmasi. Mereka pun berhasil membuat sebanyak 20 liter cairan antiseptik.

“Pembuatan cairan sendiri menggunakan alkohol 96% dan dicairkan lagi menjadi 70% dengan campuran gliserin 98%, serta menggunakan air aqua destilat,” ungkap Rahmawati.

Cairan antiseptik hand sanitizer ‘karya’ para siswa ini diklaim sudah sesuai dengan standard yang dianjurkan BPOM, dan dapat digunakan untuk keperluan siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut.

Selain membuat cairan antiseptik, pihak sekolah tersebut juga melakukan sistem pembelajaran daring (dalam jaringan). Tak lupa pula melalukan penyemprotan desinfektan yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara.

Penyemprotan dilakukan pada semua ruangan di mana anak-anak sekolah tersebut biasa berkumpul. Dengan demikian, diharapkan semua ruangan tersebut steril.

Untuk sistem pembelajaran daring, sekolah yang beralamat di Jalan Cempaka Besar Nomor 57, Kelurahan Mawar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Banjarmasin, sudah dimulai sejak Rabu (18/3/2020), semenjak Pemerintah Kota Banjarmasin meliburkan siswa.

“Di sini kita memakai semaksimal mungkin fitur yang ada. Ketika guru sudah login, paling pagi jam berapa itu dihitung absen. Bahkan setiap langkah guru lari ke kategori dan kelas mana dan membuat apa diakses dari IT mana, itu semua terekam,” kata Koordinator IT Yayasan Rizky Pratama.

Disebutkan, ada petugas yang setiap hari merekap apakah guru terlambat atau tidak. “Jadi sebetulnya ini adalah bentuk simulasi layaknya kita berada di dalam kelas. Siswa pun bisa kita cek kehadirannya di situ. Bahkan kita bisa melihat nilainya. Intinya, simulasi ini layaknya di kelas dan mereka seperti belajar biasa, namun letaknya tidak di kelas,” ujar Rzky.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Maestro Islamic School, SMP dan SMA Almazaya, Taufik Hidayat, menyambut baik program ini. “Kegiatan ini kita lakukan sampai 14 hari ke depan sesuai dengan himbauan Walikota meliburkan sekolah. Bahkan kalau diperpanjang sekalipun, kita siap,” katanya.

Siapa saja bisa melihat aktivitas sekolah daring ini, dengan membuka virtualclass.almazayaislamicschoo.sch.id untuk SMA dan SMP

virtualclass.smkmaestrobanjarmasin.sch.id untuk SMK.

Penulis: Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed