oleh

Semester Genap 2021, STIE Indonesia Terapkan Perkuliahan Tatap Muka

Banjarmasin, BARITO – Perkuliahan di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia 2021 untuk semester genap bisa dilaksanakan blended proses pembelajaran campuran yang menggabungkan kelas tatap muka langsung dengan pembelajaran secara daring atau online. “Ya, kita menyesuaikan dengan beberapa mata kuliah untuk pembelajaran blended. Ada beberapa mata kuliah yang diperlukan tatap muka langsung, khususnya praktikum,” ujar Ketua STIE Indonesia Dr Yanuar Bachtiar SE MSi, Selasa (29/12/2020).

Menurutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan izin kegiatan pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi pada semester genap Tahun Akademik 2020/2021 dapat dilakukan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan, dan tatap muka, dengan protokol kesehatan yang ketat. “Kami melaksanakan pembelajaran sesuai dengan surat Kemendikbud RI secara daring dan tatap muka,” tandasnya.

Persentasi yang ditawarkan dalam perkuliahan, sambungnya, jika mata kuliah umum bisa 50 persen tatap muka dan 50 persen daring, namun jika mata kuliah praktikum harus full tatap muka sebab menyangkut penggunaan alat dan lainnya. “Pelaksanaan Pebruari 2021 seiring pergantian semester dari ganjil ke genap, mengingat banyaknya jumlah mahasiswa diangka 1.000-an, ditambah 210 mahasiswa hasil seleksi yang lulus tahun 2020,” katanya

Jika melihat jumlah mahasiswa, tuturnya, justru di strata 2 mengalami peningkatan mencapai 70 mahasiswa untuk prodi Magister Manajemen. “Insya Allah tahun depan, kita kembangkan prodi baru yakni Magister Akuntansi dan Prodi S-1 Informatika Komputer , sehingga bisa mendampingi Prodi S-1 Akuntasi dan S-1 Manajemen,” tambahnya.

Untuk itu, Ia mohon doa dan restu agar 2021 STIE Indonesia bisa menambah prodi sehingga dapat berubah bentuk perguruan tinggi menjadi Institute Bisnis dan Teknologi Indonesia.

Sebagaimana diketahui, merujuk Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

 

Sehubungan dengan keluarnya keputusan bersama empat Menteri tersebut, maka pembelajaran pada tahun akademik 2020/2021 yang akan dimulai bulan Januari 2021 di perguruan tinggi dapat diselenggarakan secara campuran (hybrid learning), dalam jaringan, dan tatap muka.

Namun Perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus yang meliputi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar.

 

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, masyarakat didorong untuk beradaptasi dan melindungi diri masing-masing dalam menyelenggarakan program pembelajaran. Kampus diharapkan dapat membuat SOP (standard operasional procedure) bagi mahasiswa di lingkungan kos-kosan supaya akselerasi perubahan perilaku berjalan lebih maksimal.

Apalagi mahasiswa bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, supaya kita terlindungi semua.

Penulis: Basuki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed