oleh

Sekda : Jadilah ASN berintegritas

Banjarbaru, BARITO – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdul Haris Makkie menekankan pentingnya integritas bagi seorang aparatur sipil negara (ASN). Hal itu karena pekerjaan adalah suatu kehormatan.

“Pekerjaan adalah kehormatan dan ASN harus punya integritas. Sebagai pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara, maka nilai-nilai integritas harus selalu ditanamkan.  Karena aparatur sipil negara punya aturan,  tugas dan fungsi. Tidak ada tugas diluar tugas yang sudah ditentukan oleh pimpinan,” kata sekda pada Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III di Lingkungan Pemprov dan Kabupatan/Kota se-Kalimantan Selatan di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel, Rabu (10/7) pagi.

Pelatihan dasar (latsar) diikuti 80 CPNS Golongan III Angkatan XI dan XII dari provinsi, kabupaten dan kota dari tanggal 10 Juli sampai 4 September 2019.

Dalam arahannya, sekda juga mengatakan bahwa sesibuk apapun , tetap harus mengasah ilmu. Sehingga upah akan datang dengan sendirinya jika ASN menerapkan falsafah dan nilai-nilai integritas selama menjalankan tugasnya. Sikap lainnya yang harus dimiliki ASN adalah saling menghargai.

“Itu yang harus kita lakukan (saling menghargai, red).Ketika teman dapat masalah, kita tidak membully (merundung, red),  bukan jadi orang yang mengejek. Bukan sebagai orang yang merendahkan. Karena kita keluarga dan saling bantu dalam tataran tugas masing-masing. Itu penting bagi saudara-saudara nanti yang akan menjadi pemimpin,” urai sekda.

Selanjutnya sekda berpesan agar peserta haruslah mampu menaklukkan diri sendiri.

Sebab perang yang lebih besar lagi dari perang menghadapi musuh adalah perang melawan hawa nafsu.

“Janganlah merasa hebat sehingga menjadi orang yang sombong. Jangan juga merasa pesimis.

Mengutip kata-kata Winston Churchill, orang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat kesempatan di setiap kesulitan. Sehingga yang jauh lebih penting bagi kita sebagai warga masyarakat yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kita harus bisa menjadi panutan,” jelasnya.

Dengan kata lain, imbuh sekda, sebagai ASN posisinya di masyatakat harus menjadi  panutan atau penuntun bagi orang-orang sekitar.

Kemudian ketika berada di tengah-tengah, maka harus menjadi pemberi motivasi. Dan ketika berada di posisi belakang, maka harus menjadi pendorong untuk memperkuat organisasi yang menaunginya. tya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed