oleh

Sat Polair Bekali TKBM Basirih Cegah Paham Radikal dan Anti Pancasila

BANTUAN SEMBAKO-Wakil Sementara Sat Polair Iptu I Wayan Regug saat memberikan bantuan Sembako kepada Ketu RT 17 Rahimah, Kelurahan Mantuil, Kamis pagi. (foto:sum/brt)

Banjarmasin, BARITO – Sebanyak 30 lebih pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Bawang Basirih Kelurahan Mantuil Banjarmasin Selatan yang sedang bekerja mendadak dihentikan anggota Sat Polair, Kamis (14/3/2019) pagi. Namun mereka bukannya dirazia atau periksa, melainkan dibekali penyuluhan terkait hukum, agar waspada terhadap paham Radikal dan anti Pancasila.

Bertempat di dekat Pelabuhan setempat, RT 17 dengan antusias para TKBM berkumpul di rumah M Noor pun menjadi penuh tamu. Pertemuam dipimpin Wakil Sementara (WS) Sat Polair Polresta Banjarmasin Iptu I Wayan Regug.

Dijelaskan Wayan bahwa, paham radikal yang ingin mengganti pancasila dengan cara kekerasan, bahkan sering dikaitkan dengan teroris di kota-kota besar. “Yang jadi korban malah warga sipil yang tidak berdosa,”ingatnya.

Teroris itu menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Paham radikal itu paham politik dambukan ajaran agama.

Ada orang pendapat tindakan radikal dan terorisme adalah ajaran islam, padahal tidak ada kaitannya. Sehingga menyebabkan tindakan yaitu membawa simbol-simbol dan Agama Islam itu di bawah ke mana-mana itu, padahal tidak demikian.

“Karena sebagian besar orang Islam di sini adalah mengutuk tindakan itu, karena gunakan bom yang dikorbankan anaknya sendiri.

Wayan menambahkan, faktor yang mempengaruhi orang yg bisa timbulnya bisa mengikuti atau apapun bisa menyebabkan terjadi paham radikal itu, ada berapa faktor, pertama adalah faktor ekonomi mau rela mati.

Mungkin sebagian kecil beberapa kelompok yang menganggap bahwa suatu pemimpin itu adalah hanya berpihak kepada pihak tertentu saja, itu anggapan kelompok-kelompok masyarakat dalam bentuk untuk membentuk kelompok tersebut, baik dari masyarakat baik dari kelompok agama dari kelompok politik.

“Jadi timbul kelompok-kelompok yang alih-alih itu adalah untuk menegakkan keadilan tidak tidak percaya dengan pemimpin, yaitu sebagai pendapat radikal,”ingatnya. Untuk itu Iptu Wayan mengingatkan cara mencegah hal itu dengan cara waspadai orang asing yang tidak bersosialisasi.

Apalagi orang itu berpikir kritis dan menentang pemerintahan. “Segera laporkan ke Polair bila ada yang mencurigakan ,”ajak Wayan. Dia juga mengingatkan supaya hindari pergaualan konsumsi narkoba termasuk zinet. Karena sudah banyak yang masuk penjara dan ketagihan.

Selanjutnya pihak Satpolair memberikan bantuan kepada pekerja TKBM, disusul penandantangan deklarasi penolakan anti radikal dan anti Pancasila. Termasuk bantuan pelampung dan larangan menggunakan bom ikan.

“Kegiatan tersebut merupakan giat bulanan kami di masyarakat pesisir sungai. Alhamdulillah mereka terhindar dan bersyukur di Banjarmasin tidak ada berkembamg paham tersebut.
Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed