oleh

Sari, Supeltas ini Tetap Semangat Mengais Rezeki Ditengah Pandemi Covid-19

Banjarmasin, BARITO – Menjadi sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di simpang empat Jalan Sungai Andai-Sultan Adam Banjarmasin Utara yang dilakoni Norsyariah (46) dengan mengutamakan Protokol Kesehatan (Prokes), Senin (16/11/2020). Bagaimana tidak teriknya panas matahari, tetap membuatnya semangat meski ditengah pandemi virus Corona.

Warga Jalan Simpang Tangga Kayu Tangi RT 37 No 44  Kelurahan Alalak Utara Banjarmasin Utara ini, senang bekerja menjadi Supeltas karena rezekinya cukup lancar. Dengan jasa mengatur lalu lintas agar tidak macet di simpangan lampu merah, sesekali dia diberi uang receah maupun kertas dari pengendara sepeda motor.

Janda sembilan anak ini bersyukur kalau saat wabah Covid-19 ini banyak orang kesusahan dalam usaha dagang dan pekerjaan serta lainnya. Tidak bagi nenek 11 cucu ini, karena selama lima jam berdiri ditengah jalan itu mendapat saweran dalam setengah hari bisa mencapai Rp200Ribu lebih.

Bahkan anak dari almarhum Hasan ini pernah beberapa kali ketiban rezeki nomplok uang dikasih sekaligus Rp200Ribu dari pengendara. Ida juga tak khawatir soal makan siang karena selalu ada yang prihatin dengan memberi nasi bungkus saat melintas.

Dukanya lanjut Sari yang selalu pakai sarung dan masker serta minum jamu ini, sering kali harus memungut uang di tanah usai dilempar pengendara saat memberinya. “Mungkin mereka tak mau tersentuh disaar pandemi Covid-19 ini,”ucap penerima Program Keluarga Harapan (PKH) berupa beras.

“Alhamdulilah saya masih bisa membiaya Sembilan anak, yang kini tinggal empat orang yang masih sekolah,”sebut Sari panggilan wanita tomboh ini. Mengenakan rompi warna hijau dan topi serta celana jins ketat, dia bersyukur tak pernah sakit selama lima tahun menjadi Supeltas dari pagi sampai siang, pukul 07.00-12.00 Wita.

“Saya tidak pernah sakit selama ini, karena sering berjemur sehingga virus Covid-19 kan pasti tak menempel. Apalagi usai bekerja selalu cuci muka dan tangan, saya juga jarang berkumpul atau acara kerumunan di kompleknya,”terang Sari yang pernah bercita-cita menjadi tentara atau Kowad.

Sari yang pernah menjalani pekerjaan serabutan,  buruh tumbuk galam, ojek biasa,  hingga   jaga malam selama tujuh tahun pernah dilakukannya. Termasuk  pembantu rumah tangga selama lima tahun, kini menjadi Supeltas dia berharap selalu sehat selalu, agar ekonomi normal kembali.

Karena ujarnya kalau kondisi normal, tentunya penghasilan bisa lebih banyak lagi. Menjadi Supeltas lima tahun lalu menurutnya setelah menggantikan  suami  dulu di situ tak bisa lagi bertugas karena jatuh kecelakaan saat berkendaaran.

Terkait kecelakaan Sari yang masih merawat ibunya Hasnuriah di suaia 70 tahun itu juga pernah dialaminya. Wanita yang suka sarapan pagi di warung karena tak sempat itu pernah mau ditabrak pengendara motor seorang kakek saat bertugas.

Dia juga bersyukur, pihak Dishub ada perhatian dengan membina bagaimana tugas supeltas. Sari pun berharap pengendara mau diatur manakala lampu merah padam. Termasuk saat nyala pun traffic light itu, mesti taat tauran kalau sudah merah harus berhenti.

Penulis : Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed