oleh

Pulau Curiak Aset Daerah Kembangkan Ekowisata

Banjarmasin, BARITO – Keberadaan Stasiun Riset Satwa Bekantan di Pulau Curiak Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala sangat berpotensi mengembangkan ekowisata sekaligus menjadi salah satu habitat Bekantan maskotnya Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini disampaikan anggota Komisi IV DPRD Kalsel Zulfa Asma Vikra kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu (16/12/2020).

Zulfa Asma Vikra yang juga Pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Kalsel menyatakan pihaknya mengapresiasi adanya potensi salah satu habitat satwa Bekantan maskotnya Provinsi Kalsel di Pulau Curiak Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Batola sebagai tempat objek ekowisata khusus, bahkan Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah telah kunjungi stasiun riset satwa guna mempelajari melestarikan habitat satwa Bekantan yang mulai langka sama halnya Urang Utan.

“Di Stasiun Riset Satwa itu kita juga bisa mempelajari melestarikan alam, seperti mangrove Rambai dan pepohonan lainnya serta mahluk hidup disekitarnya,” terang Zulfa.

Politisi Demokrat ini berharap aset kekayaan alam ini harus dijaga bersama, karena itu perlu sekali para wakil rakyat khususnya DPRD Kalsel menyambangi Pulau Curiak ini sebagai bahan referensi pengetahuan dalam membuat kebijakan atau aturan.

Rombongan DPRD Kalteng saat berkunjung ke Pulau Curiak.(ist)

Diungkapkannya kekayaan alam flora dan fauna di miliki Kalsel memang dijadikan referensi bagi daerah lain bahkan di luar negeri, karena tempat riset Bekantan di Pulau Curiak ini sangat menyita perhatian dunia.

“Stasiun Riset Satwa di Pulau Curiak ini sangat pas jika dijadikan bahan referensi dalam mengembangkan potensi objek wisata lainnya yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik,” sebutnya.

Zulfa melanjutkan nilai tambah stasiun riset satwa untuk penelitian Bakantan maupun flora dan fauna sebagai satu kesatuan ekosistem kehidupan disana, terlebih Pulau Curiak ini menjadi satu-satunya tempat di dunia yang dijadikan kekayaan alam begitu besar. Hal ini bukan tanpa alasan sebab selain masih asri, keanekaragaman hayati serta adanya pepohonan dan hewan bisa membuat siapa saja nyaman dan tenang berada disana.

“Wisata khusus Pulau Curiak yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel ini harus kita jaga bersama kelestariannya,” harap Zulfa.

Karena itu Zulfa berharap semua komponen baik eksekutif dan legislatif bisa mengunjungi Pulau Curiak ini jangan sampai sebagai tuan rumah tidak tahu potensi dan keunikannya, karena sudah banyak yang datang sambangi wisata khusus ini bahkan wisatawan dan mahasiswa dari Australia.

Penulis : Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed