oleh

Prokes Wajib Dipatuhi di Pelabuhan Perikanan Banjar Raya

Banjarmasin, BARITO – Maraknya aktivitas keluar masuk kapal pengangkut ikan dan para pengumpul di Pelabuhan Perikanan Banjar Raya Banjarmasin, membuat petugas ekstra ketat melakukan pengawasan protokol kesehatan (Prokes).

Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19, jika tidak lakukan pencegahan maka akan terjadi penularan, sehingga tindakan tegas diberlakukan di Pelabuhan Perikanan Banjar Raya Banjarmasin wajib dipatuhi.

Kepala Pelabuhan Perikanan Banjar Raya Banjarmasin, Rusdi Hartono memastikan pihaknya dibantu aparat keamanan KPL Pelabuhan yang hampir setiap malam melakukan sosialisasi dan pengawasan pemberlakukan wajib protokol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

Apalagi kapal pengangkut ikan relatif  banyak, sebab itu para Anak Buah Kapal (ABK) yang membawa ikan dari luar pulau dilarang turun dari kapal. “Ya, cukup kami para petugas yang melakukan pemeriksaan, agar tidak terjadi penularan Covid-19,” ujar Rusdi Hartono, Senin (19/10/2020).

Teknisnya, sambung Rusdi, saat kapal tiba dan labuh jangkar di dermaga, maka pihak pelabuhan langsung menaiki kapal untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada ABK.

“Kita lakukan pemeriksaan, semua wajib menjalankan protokol kesehatan Covid-19, dan kita pun menyediakan tempat cuci tangan yang tersebar di lokasi,” tandanya.

Untuk menyuplai kebutuhan ABK, semua tanggungjawab agen yang bekerjasama selama ini.

“Kalau ditemukan ABK bersuhu tubuh tinggi maka kami akan periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun selama ini belum ada kami temukan,” tuturnya.

Bagi pembeli ikan yang datang ke pelabuhan juga wajib menjalankan protokol kesehatan. “Kami sediakan tempat cuci tangan. Kami selalu menghimbau untuk jaga jarak dan wajib memakai masker. Kalau tidak dipatuhi, maka kami tidak izinkan masuk ke wilayah pelabuhan,” tegasnya.

Untuk aktivitas kapal, kata Rusdi, hari ini (senin, red) baru tiga kapal yang masuk, dengan kapasitas rata-rata yang diangkut 10-15 ton perkapal. Namun kini sudah ada carsurin (lembari pendingin) yang disewa pelaku usaha untuk kapasitas 100 ton dan berisi 70 ton, sehingga kondisi  ikan dominan yakni peda, lajang, dan tongkol sangat tersedia. “Ikan laut lainnya ada juga, namun produksi agak kurang, tangkapan laut Jawa dan laut Makasar,” ucapnya yang memastikan sampai hari ini protokol kesehatan terus diberlakukan bagi siapapun masuk ke area ini, bahkan pihaknya telah membagikan masker.

Penulis: Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed