oleh

Posko Komplek PWI Masih Mengandalkan Kantong Pribadi

Banjarmasin, BARITO – Masih tingginya debit air yang merendam permukiman warga di Jalan Sungai Andai, membuat sebagian besar rumah warga terendam air, bahkan sebagian sudah mengungsi ke rumah kerabat, hingga ke posko-posko yang tersedia.

Seperti halnya yang dilakukan warga Komplek PWI Blok F RT 30 Sungai Andai, dimana warganya lebih memilih tidur di posko yang merupakan Taman Pendidikan Alqurah (TPA) Fuadul Muttaqin, untuk menghindari air pasang di rumah mereka.

Sebagian warga yang mengungsi ke TPA Fuadul Futaqqin ini, lantaran rumah mereka sudah terendam air hingga 20 cm, sehingga lebih memilih tidur bersama warga lainnya.

Menurut ketua Posko RT.30 Herry Hidayat, sebagian warga yang mengungsi di TPA Fuadul Muttaqin merupakan warga sekitar yang memanfaatkan tingginya bangunan dan bisa dijadikan tempat untuk mengungsi sementara.

“Sebagian besar masih warga RT.30, karena mereka lebih aman tidur di posko, lantaran rumah mereka airnya terus meninggi,” katanya.

Dikatakannya, sebagian besar pengungsi merupakan anak-anak dan orang tua, sedangkan para bapak-bapaknya berjaga-jaga di depan posko, sekaligus melihat situasi lantaran rumah mereka kosong ditinggal mengungsi.

Dikatakannya, selama berdirinya posko tersebut, masih belum ada donator yang memberikan bantuan, baik sembako dan kebutuhan lainnya.

“Alhamdulillah sampai hari ke-3 di posko Fuadul Muttaqin, tidak ada bantuan dari pemerintah dan donator lainnya, saat ini kami masih patungan untuk  memenuhi kebutuhan di posko, termasuk makan dan minum para warga yang mengungsi,” tambahnya.

Untuk itulah dia berharap kedepannya keadaan ini cepat berakhir, dan warga bisa kembali ke rumah mereka masing-masing, dan bisa berktifitas kembali seperti biasanya.

Penulis: Fanie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed