oleh

Polresta Banjarmasin Siapkan 1.010 Anggota Amankan Pemilu Pileg dan Pilpres 2019

JELASKAN PAM -Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto, didampingi Wakapolres, AKBP Rahmat Budi Handoko saat menjelaskan pengamanan Pemilu 2019 kepada wartawan dalam Coffe Morning di Aula Bag Ops Mapolresta setempat, Senin (15/4/2019) siang .(foto:sum/brt)

Banjarmasin, BARITO – Tinggal dua hari lagi pencoblosan Pemilu 2019 terus dikawal Polresta Banjarmasin, untuk itu dibantu anggota gabungan jumlahnya mencapai 10.10 personil. Terdiri dari sebanyak 567 personil Polresta dan jajarannya, ditambah dari Polda Kalsel 200 orang, 240 personil dari Korem/101 Antasari dan 100 lagi dari Kodim 1007/Bjm dan tambahan dari satuan lain.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto mengatakan hal itu kepada wartawan dalam Coffe Morning di Aula Bag Ops Mapolresta setempat, Senin (15/4/2019) siang . Didampingi Wakapolres, AKBP Rahmat Budi Handoko, menyebutkan untuk wilayah Banjarmasin masih dalam keadaan kondusif.

Belajar dari simulasi Sispamkota beberapa waktu lalu, dia yakin sudah ada pemahaman semua pihak dari UU tentangg Pemilu sebagai penyelenggara, bagaimana tugaspengamanan muali dari TPS dan KPPS serta di KPU sudah siap mengantisipasinya apabila tyerjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jumlah tim gabungan totalnya kurang lebih 1.010 personil dari berbagai satuan,”sebut Sumarto. Karena pihaknya harus mengamankan saat hari pencoblosan di sebanyak 1.879 Empat Pemungutan Suara (TPS) di lima kecamatan pada 17 April 2019 diharapkan berjalan aman,”terangnya.

Meski ada TPS yang dianggap memiliki potensi sangat rawan dan rawan, namun pihaknya menambah personil di lokasi tersebut. “Ada TPS yang kita anggap aman, rawan dan sangat rawan. TPS yang sangat rawan dijaga oleh dua personel. Kemudian yang rawan dua anggota menjaga dua TPS,”sebut Sumarto.

Selain pengamanan TPS, pihaknya juga memastikan pendistribusian logistik Pemilu lancar hingga ke TPS. Dengan menggeser pasukan ke TPS pada esok hari jelang pencobolosan. Sementara terkait pengamanan 2/3 anggotanya di lapangan hal itu dinyatakan tidak mengganggu pelayanan yang ada di Mapolresta dan polsek.”Sebab 1/3 anggota juga stanby di mako untuk melayani masyarakat.

Lantaran ujarnya untuk kejahatan criminal saat ini masih tertinggi adalah kasus pencurian dengan berbagai cara. Ada jambret, pencurian di rumah kosong, pencurian paksa hingga pencurian motor dan mobil serta pemerasan.”Kita komitmen untuk menanganinya sampai tuntas, meskipun ada yang damai karena faktor hubungan keluarga,”beber kapolresta.

Namun Kombes Sumarto berharap, apabila ada perselihan sebaiknya lapor sama Bhabinkamtibmas dulu, kecuali kalau tidak bisa lagi didamaikan. “Sekecil apapun warga bisa melaporkan kerugiannya kepada polisi wajib memperosesnya,”pungkas Sumarto. Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed