oleh

PLN Akui Terdampak Covid-19, Pertumbuhan Minus 17 Persen

Banjarmasin, BARITO – Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengakui turut terdampak pandemi virus Corona (Covid-19), salah satunya pertumbuhan minus 17 persen dan keuangan yang bermasalah.

Hal itu disampaikan General Manager PT PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah Sudirman saat silaturahmi dengan Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK didampingi wakilnya M Syaripuddin, Rabu (3/6/2020).

“Dengan kondisi Covid seperti ini PLN juga sangat terdesak. Pertumbuhan kita itu minus sekitar 17 persen terutama di daerah Jawa. Keuangan juga bermasalah,” ungkap General Manager PLN wilayah Kalselteng Sudirman.

Karena itu Sudirman mengimbau kepada para pelanggan yang di luar subsidi berkewajiban untuk membayar tepat waktu.

Ketua DPRD Kalsel H Supian, HK mengatakan hampir 40 persen biasanya sering terjadi tunggakan dialami orang yang menyewa rumah. Penghuni rumah yang sudah keluar, namun listrik masih tetap jalan. Karena itu pihaknya di dewan mendukung kebijakan PLN tengah menggalakan pembayaran listrik dengan sistem prabayar. Sistem prabayar ini dinilai lebih membantu menghemat pengeluaran masyarakat dibanding dengan sistem pascabayar yang digunakan sebelumnya.

“Dewan mendukung peralihan sistem pascabayar ke prabayar ini,” ujar Supian HK.

Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin menambahkan untuk masyarakat yang masih menggunakan sistem pascabayar, pihak PLN hendaknya langsung mengkomunikasikan dengan masyarakat terkait pembayaran yang sudah jatuh tempo, tidak hanya melalui surat pemberitahuan saja.

 

Rilis : DPRD Kalsel
Editor: Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed