oleh

Ada apa? Pengurus Pasar Mangkikit Sambangi Kantor Disperindag Kotim

Sampit, BARITO-Karena dianggap kurang transparan dalam hal pembangunannya oleh pengembang (tidak terbuka), tiga pengurus pasar Mangkikit M.Sholeh, Arifin dan Ferli, Selasa (23/10) mendatangi kantor dinas Disperindag Kotim.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Disperindag, Redy Setiawan didampingi Kabid Perdagangan Toher, dua stafnya serta dua security pasar Mangkikit.

Dalam pertemuan itu mereka memaparkan perihal kedatangannya soal pasar Mangkikit yang selama ini mereka nilai kurang terbuka antara pedagang dan pengembang.

Ketua pasar Mangkikit M.Sholeh menjelaskan, bahwa pembangunan pasar tersebut sangat komplet sekali dan dipaksakan. Betapa tidak, selama dalam tahap pembangunan pedagang menjadi bingung karena kurangnya keterbukaan pihak pengembang.

Adanya pihak pengembang merubah kesepakatan harga yang semula lantai kios dihitung permeternya hanya Rp 9 juta, kini naik mencapai 75%, hingga harga permeternya menjadi 15 juta.

“Kenaikan harga ini membuat para pedagang terkejut, padahal belum ada kesepakatan kenaikan harga dalam rapat apapun,” ujar M Sholeh.

Lain lagi apa yang dikatakan oleh sekretaris pasar Mangkikit, dirinya menyebut, mungkin pengembang dari pendanaan membangun pasar Mangkikit sangat kewalahan. Ini dapat dilihat sudah berapa lama pengembang membangun pasar tersebut, padahal pedagang sangat mendukung sekali selesainya pasar Mangkikit.

“Kedatangan kami kesini meminta pihak perdagangan untuk mempertemukan kami antara pedagang dan pengembang, bagaimana solusinya merumuskan benang kusut ini,” Pinta Ferli kepada Kadisperindag.

Sementara Redy berjanji kepada pengurus pasar Mangkikit, dalam waktu dekat ini dirinya berusaha mempertemukan pedagang dan pengembang. Tujuannya mencari solusi yang terbaik agar Kotim tetap aman dan kondusif.

“Berikan saya waktu seminggu setelah pertemuan ini, saya akan mencoba mengundang pihak pengembang mencari solusi masalah pembangunan pasar Mangkikit ini,” Janji Redy kepada mereka. zai/ahy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed