oleh

Pedagang Keluhkan Banyak Kios Siluman di Eks Pasar Mentaya Sampit

Sampit,BARITO – Pedagang yang menempati kios eks pasar Mentaya di Jalan S.Parman Sampit, Kamis (6/12) dalam kegiatan rapat sosialisasi bertempat pasar eks mentaya lantai III, dengan Kadis perdagangan dan perindustri Sampit Redy Setiawan didampingi Kadis Perhubungan Sampit Fadlianor, Kadis pekerjaan umum Sampit diwakilkan oleh Ir.Taufik serta Sat Pol PP Sampit Fuad Sidik.

Dalam rapat sosialisasi tersebut Redy mengatakan kepada para pedagang setelah dilakukan sidak kedalam eks pasar mentaya,masih banyak terdapat kios kosong belum ditempati oleh pedagang. Dalam rapat sosialisasi bersama pedagang terungkap bahwa belum ditempatinya kios tersebut disebabkan para pembeli sepi, penghasilan pedagang sangat menurun dratis dari sebelum dipindahkan.

Salah seorang pedagang  kain yang menempati eks pasar mentaya,H.Anang mengatakan semenjak dirinya menempati kios yang disediakan oleh pemerintah daerah penghasilannya sangat memprihatinkan sekali. Dalam berdagang sehari saja menurutnya terkadang dirinya tidak ada dapat penghasilan untuk dibawa pulang kerumah, justru sebaliknya semakin hari dalam berdagang merugi.

“Kami ini taat saja dengan aturan tidak pernah membangkang, disuruh pindah iya kami ikuti tapi kami tolong juga diperhatikan kami dengan swadaya sendiri juga tanpa bantuan pemerintah membangun sendiri kios yang kami tempati itu.”Ujar H.Anang minta juga diperhatikan.

Selain itu juga H.Anang mempertanyakan keberadaan pasar yang selama ini luput dari pengawasan dinas terkait, yaitu pedagang kaki lima yang menempati seputar Jalan Jam Vavo (bundaran Vavo).

Sampai detik ini tambah H.Anang mereka semua tanpa ada teguran atau peringatan bebas saja berdagang, padahal mereka itu jelas mengganggu arus lalulintas.

“Apa bedanya kami ini pedagang yang berjualan ditaman kota Sampit dengan mereka, kami disuruh pindah sementara mereka tidak.”Ungkapnya.

Sementara Hj.Suryani pedagang sandal dan sepatu eks pasar mentaya juga mempertanyakan penempatan kios yang sekarang ditempatinya, menurutnya kalau itu memang kios bagian depan untuk pedagang makanan dan minuman mengapa dirinya ditempatkan bagian depan oleh petugas pasar.

“Saya tidak tahu alasan petugas pasar ini menempatkan saya di bagian depan,padahal sebelumnya dikatakan untuk para pedagang makanan dan minuman.” Tanya Hj.Suryani kurang mengerti.

Dengan adanya pertanya dan keluhan beberapa pedagang eks pasar mentaya, Redy Setiawan sempat terkejut mendengarnya, namun dirinya berjanji apa yang menjadi problem di eks pasar mentaya ini akan disampaikannya kepada Bupati Kotim.

“Saya disini tidak bisa menjawab, namun akan saya teruskan kepada pimpinan saya nanti yaitu Bupati.”Janji Redy.

Dari penelusuran media ini terungkap didapat infomasi dari para pedagang eks Pasar Mentaya, bahwa dikatakan sebelum dibangunnya pasar tersebut ada tercatat 340 kios, akan tetapi setelah pembangunan selesai catatan kios membengkak menjadi 425 kios dan ternyata dalam satu nama ada yang memiliki 4 kios.

“Saya masih ingat waktu itu tercatat bangunan kios hanya 340 kios saja, saya bingung setelah melihat catat lagi menjadi 425 kios. Menurut saya lebihnya kios ini adalah siluman.”Ujar pedagang eks pasar mentaya ini yang mohon namanya tidak disebutkan. Zainal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed