oleh

Normalkan Arus Air Sungai Veteran, Relawan JPKP Kalsel Bersihkan ‘Ratik’

Banjarmasin, BARITO – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kalimantan Selatan melakukan pembersihan ‘ratik’ di sungai Veteran seperti batang kelapa, kayu bekas bongkaran, dan enceng gondok serta kangkung yang tumbuh.  Sebab menjadi salah satu urat nadi normalisasi sungai di Banjarmasin. “Jika arus air sungai normal, maka Insya Allah banjir akan terkurangi,” ujar Ketua JPKP Kalsel H Winardi Sethiono, Selasa (26/1/2021).

Ia menyebutkan, relawan JPKP Kalsel langsung turun membersihkan, dan setelah Dam atau bendungan darurat di aliran sungai Veteran tepatnya di belakang Klenteng Soetji Nurani di Jalan Veteran dibongkar, maka arus air sangat lancar. “Ya, dalam 10 menit ada 20cm mengalami penurunan air. Semoga sampai Pasar Kuripan dibersihkan, kemudian sungai menjadi normal,” tandasnya.

Untuk itu, Ia berharap, Pemko Banjarmasin melakukan pengerukan, sebab terlihat gulma dan posisi sungai dangkal (sebatas lutut).

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali dan Ketua JPKP Kalsel, H Winardi Sethiono malah menemukan dam atau bendungan darurat yang dibangun di muara sungai Veteran, Jalan Ventran atau persis dibelakang Klenteng Soetji Nurani, Kota Banjarmasin.

Bendungan sekala kecil, dengan pondasi kayu dan tanah itu disebut jadi salah satu penghambat air turun menuju sungai Martapura. “Kalau tidak segera dibongkar bagaimana pun juga air tidak segera turun karena mengganggu fungsi sungai,” ujar Winardi Sethiono usai menunjukan bendungan darurat tersebut di Banjarmasin,Senin (25/1/2021).

Upaya itu menurutnya keliru, air yang mestinya bisa langsung ke sungai Ma¬ratapura akan terhambat di bendungan.Jika bendungan itu difungsikan me¬nahan air pasang, hal itu ma¬lah tidak dimungkinkan. Se¬bab air bisa saja masuk melalui resapan karena termasuk daerah rawa.

“Walau dibendung air tetap bisa masuk, sebab daerah kita ini rawa jadi lewat bawah tanah,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali mengatakan hal tetsebut sudah disampaikan pada Pemerintah Kota Banjarmasin supaya aliran sungai tidak terhambat.

“Mestinya tidak perlu ditahan, los aja airnya ke sungai Martapura,” ujar Matnor Ali.

Sungai Veteran sendiri menjadi salah satu pembuangan genangan air dari kawasan Veteran.Sampai saat ini, ia masih menemukan titik – titik yang buntu untuk mengeluarkan air dari daerah tergenang.

“ Saya minta Pemerintah Kota Banjarmasin segera melakukan tindakan pembersihan daerah aliran air, supaya genangan cepat kering tidak dengan adanya bendungan darurat,” imbuhnya.

Penulis: Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed