oleh

Laporan Pengawal Ulama Berakhir Damai, Ini Harapan Pekat IB

Banjarmasin,  BARITO – Pasca laporan dugaan  pengeroyokan  terhadap pengawal salah satu ulama,  di Jalan Banua Anyar oleh korban Ahmad Syamsuri, Sabtu (11/9/2020) malam lalu tak berujung  ke ranah hukum. Pasalnya korban  sudah memaafkan alias berdamai dengan terlapor Fathurrahman, Rabu (16/9/2020) malam.

Perdamaian itu tertuang dalam perjanjian diatas kertas bermaterai atas. Kesepakatan dua pihak.  Selanjutnya Syamsuri mencabut laporan terhadap Fathurrahman.

“Jadi peristiwa itu adalah kesalahpahaman dan kami memang satu majelis dan sehari-hari bergaul. Kami sudah berdamai di Polsek Bantim, sehingga tidak ada lagi polemik diantara kami,”sebut Syamsuri kepada wartawan.

Fahruraji terlapor lainnya   mengklarifikasi pernyataan adanya pengeroyokan setelah pulang dari majelis.  “Sekali lagi kesalahpahaman itu tidak ada mengaitkan nama majelis,”tambahnya.

Kejadian itu sambungnya  tidak ada kaitannya dengan peristiwa di luar Kalsel,  seperti penyerangan ulama.  Melainkan di sini hanya salah paham masalah pribadi.

Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Susilo menambahkan, kejadian itu tidak ada kaitannya dengan  SARA “Mereka datang ke polsek untuk mencabut laporan Pasal 352 KUHP tersebut, “ungkapnya.

Susilo mengapresiasi perdamaian itu . Menurut nya  jelang pemilu kepala daerah sudah sepatunya masyarakat harus menjaga dan menciptakan situasi Kota Banjarmasin yang  aman dan damai.

Sementara itu Ketua DPD Pekat Indonesia Bersatu (IB) Kota Banjarmasin Suriansyah  menyambut baik perdamaian  antara korban Ahmad Syamsuri dengan terlapor Fathurrahman, Habib Shodiq dan Fahruraji.

“Saya sangat senang dengan perdamaian kedua belah pihak yang berselisih dan persoalan itu tidak perlu diperpanjang lagi. Ya, itu hanya kesalah pahaman saja, dan perdamaian atas kemauan sendiri, dan disaksikan pula oleh Polsekta Banjarmasin Timur,” ujar Suriansyah, dalam keterangan, Kamis (17/9/2020).

Suriansyah meminta kepada ormas dan LSM di Kalsel agar tidak diusik dan dibesar-besarkan kasus tersebut. “Seluruh elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dihembuskan oleh oknum-oknum tertentu. Apalagi saat ini sudah memasuki masa menjelang Pilkada 2020,”pungkas pria yang mengawal korban  saat melapor ke polisi sebelumnya

Ustadz Ahmad Syamsur diketahui  merupakan pengawal Tuan Guru Bakhiet atau KH Muhammad Bakhiet, di pengajian Majelis Taklim Bustanul Muhibbin.

Penulis  : Arsuma/Afdiannor
Editor   : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed