oleh

KRI Teluk Ende Merapat di Pelabuhan Trisakti

’’Ini Kapal Perang Rakyat, Silakan Datang Melihat’’

Banjarmasin, BARITO – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Ende merapat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/10) sore sekitar pukul 16.10 Wita.

Kedatangan kapal perang bernomor lambung 517 itu dalam rangka pelayaran Jalasesya taruna dan taruni Akademi Angkutan Laut (AAL) angkatan 67 yang berjumlah 88 orang. Pelayaran tersebut memakan waktu 12 hari.

“Pelayaran ini merupakan latihan dasar bagi taruna dan taruni Akademi Angkutan Laut untuk mengenal kehidupan di kapal perang, mengenal navigasi, kesenjataaan maupun permesinan dan logistik,” kata Komandan KRI Teluk Ende 517, Letkol Laut Cokorda Gede Parta Pembayun.

Apa yang dipelajari taruna dan taruni AAL di kelas dipraktikkan semua di atas KRI ini. Pelayaran ini memerlukan waktu 12 hari dengan rute Surabaya-Banjarmasin, dan dari Banjarmasin ke Sangatta Kaltim.

“Sebelum itu kita akan melaksanakan mandi Khatulistiwa yang merupakan tradisi angkatan laut,” katanya.

Menurut Cokorda, KRI Teluk Ende 517 ini merupakan kapal amfibi dan dapat memuat 12 tank. KRI ini dilengkapi persenjataan seperti meriam 40 mm dan meriam 12 mm.

“Masyarakat umum bisa melihat langsung kapal perang ini mulai Rabu (12/10) pukul 10:00 Wita sampai pukul 16:00 Wita. Masyarakat juga bisa naik dan pegang peralatan di kapal perang ini,” kata Cokorda.

‘’Kapal perang ini merupakan kapal milik Indonesia dan milik rakyat. Untuk itu rakyat bisa melihat kapal perang miliknya sendiri,’’ imbuh dia.

Sedikit  tentang KRI Teluk Ende. Kapal yang panjangnya 100 meter dan lebar 15,14 meter itu memiliki enam geladak dengan fungsi berbeda. Geladak paling bawah merupakan ruang aktif 24 jam.

Selain itu terdapat pula geladak tank yang mampu mengangkut kendaraan taktis jenis truk, jip maupun  tank.

KRI ini jenis kapal LSTM atau Landing Ship Tank Modified buatan Korea tahun 1980 dan diluncurkan 1982.

Untuk persenjataan ada enam buah meriam, dua meriam Boffors kaliber 40 m buatan Swedia yang berada di haluan. Lalu ada dua unit meriam Renmetal kaliber 20 buatan Belgia serta masing-masing satu unit meriam Metaliur 12,7 mm di lambung kanan dan kiri.

Kelebihan KRI Teluk Ende, selain berkecepatan 15 knot, mampu beroperasi selama tiga minggu dengan didukung dua unit mesin pendorong berbahan bakar diesel.

Tak hanya itu, KRI Teluk Ende juga  dilengkapi dengan peralatan sistem navigasi dan meteorologi lengkap, antara lain dua unit radar navigasi, giro kompas dan kompas magnet serta 1 unit GPS.

net/imn

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed