oleh

Korban Banjir Butuh Beras dan Ikan Asin

Jembatan Perlu Pembatasan Tonase

Banjarbaru, BARITO – Perkembangan penanganan banjir di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (23/1/2021) menunjukkan beberapa hal yang perlu penanganan khusus.

Misalnya terkait prioritas jenis bantuan dan pengoperasian jembatan yang perbaikannya hampir rampung.

Pada konferensi pers melalui aplikasi Zoom Meeting yang dipimpin Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Sabtu (23/1/2021) pukul 17.00 wita, diperoleh informasi bahwa kebutuhan warga terdampak terutama di daerah terpencil di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) adalah beras dan ikan asin.

Danrem 101/Antasari, Brigadir Jenderal TNI Firmansyah mengatakan, kebutuhan beras dan ikan asin sangat tinggi di daeray terpencil.

“Kita baru saja mengadakan evaluasi di lingkungan Korem 101 Antasari, untuk meminta masukan satuan di lapangan yakni dari dandim dan danramil. Ada yang menonjol memang, contoh di Kota Barabai untuk kebutuhan logistik mencukupi, tetapi yang berada di daerah terpencil butuh beras dan ikan asin, karena kondisi terbatas, kebutuhannya sangat tinggi,” ujarnya.

Sedangkan di Kabupaten Batola terdapat kendala pada pasokan LPG untuk dapur lapangan, air bersih dan makanan dan sebagainya. Kebutuhan lainnya secara umum misalnya selimut dan sarung.

Danrem menginginkan, distribusi bantuan berjalan dengan tepat guna dan tepat sasaran. Pihaknya akan segera merespon dan mengirim bantuan kepada warga terdampak banjir di daerah terpencil dengan menggunakan helikopter atau perahu karet.

Dalam hal perbaikan jembatan, untuk jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar, menurutnya pada segmen 1 yang dikerjakan oleh Denzipur 8 sudah rampung.

“Bagian jembatan antara Kabupaten Tanah Laut dan Banjar pada segmen 1 yang dikerjakan oleh rekan dari Denzipur 8 yang sisi jauh atau yang lebih dekat ke Tanah Laut sudah selesai. Tinggal sekarang sisi dekat dari arah Kabupaten Banjar pengerjaannya sudah 90 persen dan diharapkan sore ini atau malam ini bisa dilalui,” beber danrem.

Kalaupun bisa dilalui, maka danrem menekankan perlunya pembatasan tonase kendaraan dan diutamakan untuk angkutan sembako dan BBM.

Sedangkan untuk Jembatan di Kecamatan Mataraman di Kabupaten Banjar sudah mencapai 98 persen. Pengerjaan perbaikan jembatan terutama pada sisi oprit menurutnya belum maksimal karena turunnya hujan. Tetapi danrem mengharapkan malam ini jembatan sudah bisa selesai diperbaiki dan bisa dipakai. Namun danrem menggarisbawahi, tetap harus dilakukan pembatasan tonase. Sehingga direncanakan akan ada petugas yang mengawasi yakni dari aparat kepolisian, TNI dan dishub.

Terkait hal itu, Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali mengatakan akan digelar rapat teknis untuk membahas pengoperasian jembatan, khususnya untuk angkutan makanan dan BBM. Sehingga rapat teknis juga akan mengundang Pertamina.

Lebih lanjut Roy juga menginformasikan  bahwa bantuan alat rapid test antigen bantuan dari BNPB akan didistribusikan ke posko kesehatan.

Lebih lanjut dia mengungkapkan  rapat juga akan membahas beberapa laporan, diantaranya dugaan pungutan liar (pungli)  yang meresahkan warga dan pengguna jalan.

Terhadap dugaan pungli tersebut, danrem juga telah mendapat laporan dan akan melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk memantau dan menindak oknumnya.

Penulis: Cynthia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed