oleh

Kementan dan BNI Kawal Pertanaman Padi di Batola

Marabahan, BARITO

Bekerjasama dengan pihak Kementan, BUMN, Pemprov Kalsel, dan Pemkab Barito Kuala (Batola), Bank BNI Pusat melaksanakan Gerakan Mengawal Musim Tanam Okmar (Oktober-Maret) 2018/2019, di Desa Murung Kramat Kecamatan Belawang, Batola, Rabu (12/12).

Kegiatan yang juga diisi dengan pembersihan saluran irigasi dan penaman padi perdana, dihadiri langsung Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Pending Dadih Permana, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhrizal Sarwani.

Kemudian ada juga Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI (Pusat), Catur Budi Harto dan rombongan, GM Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo, dan Plt Kadistan TPH Batola Zulkifli Yadi Noor, Camat Belawang Rusdiansyah, dan seluruh lapisan masyarakat setempat.

Sekdakab Batola H Supriyono mewakili Bupati Hj Noormiliyani AS yang berhalangan hadir, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan berbagai pihak dalam rangka mendukung kegiatan pertanian di wilayah Batola.

Ia mengatakan, Gerakan Mengawal Musim Tanam yang dilaksanakan Bank BNI ini, secara langsung mendukung visi dan misi Pemkab Batola dalam rangka Membangun Desa, Menata Kota, Menuju Masyarakat Sejahtera.

Sementara Dirjen PSP Kementan, Pending Dadih Permana, sangat mengapresiasi Pemkab Batola yang telah menetapkan pertanian sebagai basis ekonomi.

Meskipun, kata dia, dalam perut bumi Batola juga tersimpan material yang memiliki nilai sangat mahal.

“Saya bersyukur sampai saat ini Batola tetap menyatakan sebagai Kabupaten Pertanian yang akan eksis di Indonesia,” katanya.

Untuk itu, lanjut Pending, pihak Kementan akan memberikan perhatian khusus untuk pengembangan sektor pertanian yang ada, apakah itu tanaman pangan, hortikultura, dan lain-lainnya.

“Kami tahu di sini banyak buah-buahan seperti jeruk, rambutan, nenas dan lainnya yang bisa diandalkan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI, Catur Budi Harto mengatakan, kegiatan yang pihaknya lakukan ini bertujuan agar petani bisa lebih maju dan lebih terdukung dalam usaha membudidayakan tanaman padi.

Ia menerangkan, kegiatan pengawalan pertanaman padi yang pihaknya laksanakan hingga saat ini sudah terdapat di 52 lokasi dan rencana akan ditambah 2 lokasi sehingga menjadi 54 lokasi.

Sementara kegiatan pertama yang pihaknya dilakukan dimulai di paling barat yakni Aceh Besar yang kegiatannya juga dimulai dengan memperbaiki saluran irigasi. Rudy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed