oleh

Kebersamaan dan Kesadaran, Kunci Keberhasilan Kalsel Turunkan Angka Covid 19

Banjarnasin, BARITO – Pada 14 Oktober 2020 Provinsi Kalimantan Selatan berhasil memperoleh tingkat kesembuhan pasien Covid 19 sebesar 87,12% atau ranking keempat setelah Provinsi Maluku Utara, Gorontalo dan Kalimantan Utara. Sedangkan di urutan kelima adalah Provinsi Jawa Timur. Tingkat kesembuhan Kalsel ini melebihi dari target yang diberikan Pemerintah yaitu sebesar 80%. Hal ini sangat menggembirakan, apalagi sejalan itu secara umum Provinsi Kalsel yang semula berada pada Zona Merah bergeser menjadi Zona Orange. Tentu saja keberhasilan itu bukan sekejap mata .

Kerja keras, kebersamaan serta kesadaran yang tinggi baik dari masyarakat, pemerintah serta dukungan TNI/Polri dan unsur lainnya membuat provinisi yang sempat masuk 4 perhatian dan pengawasan pemerintah pusat terkait penyebaran Covid19. Namun berkat kerja keras baik Gubernur ,Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, bersama Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah dan Forkompinda lainnya perlahan namun pasti Kalsel bisa keluar dari salah satu provinsi yang masuk zona berbahaya Covid 19.

Penanganan Covid-19 di di Kalsel dilakukan secara bersama-sama oleh Pemprov Kalsel, Polda Kalsel, Korem 101/Antasari dan Satgas Covid-19 Provinsi Kalsel dan seluruh masyarakat dimulai dengan 3T (Testing, Tracing dan Treatment), pemberdayaan Tim KIE (komunikasi, edukasi dan informasi), peningkatan kapasitas RS rujukan dan fasilitasnya, peningkatan kapasitas tempat karantina, peningkatan kapasitas uji PCR dan TCM, serta mengevakuasi warga yang melakukan isolasi mandiri agar mau ke tempat karantina.

Sementara upaya dalam menekan penambahan kasus positif Covid-19, Polda Kalsel melakukan Penambahan alat PCR dari awalnya 2 alat PCR hingga saat ini telah menyampai 16 alat PCR dan 3 TCM.

Berdasarkan data, penambahan kapasitas RS dan tempat karantina juga dilakukan guna menekan penambahan kasus positif dengan tersedianya 7 Rumah Sakit rujukan dengan tempat tidur sebanyak 589 buah (terisi 186 dan 403 kosong) serta 27 Balai Karantina dengan 1693 tempat tidur (60 terisi dan 1633 kosong).

Selain itu kesadaran masyarakat penambahan Kampung Tangguh Banua di Provinsi Kalimantan Selatan dari 33 Kampung Tangguh menjadi 218 Kampung Tangguh juga menjadi salah satu langkah Polda Kalsel dan Tim Gugus Tugas Covid-19 dalam menekan penambahan kasus positif Covid-19. Meski masih kurang 1 Kampung Tangguh dari target 219 Kampung Tangguh Banua.

Berbeda di daerah yang kadang viral adanya terkadang perlawanan masyarakat dalam Operasi penegakan disiplin protokol kesehatan, di Kalsel nyaris tak ada seperti video viral yang menggambarkan perlawanan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan petugas gabungan dari Pemerintah Daerah, Polri dan TNI, mencatatkan teguran lisan sebanyak 288.463, teguran tertulis 19.135, maupun denda administrasi 256 dengan jumlah Rp.27.125.000 dan lainnya 20.313.

Pada penanganan Covid-19, petugas mengedepankan pendekatan komunitas dengan telah terbentuknya 265 komunitas beranggotakan 31.354 orang serta telah melaksanakan 433 kegiatan.

Upaya intervensi yang dilakukan Polda Kalsel dan jajarannya bersama TNI, Satpol PP serta komunitas masyarakat dalam menekan laju penambahan kasus aktif, melalui langkah preemtif, preventif dan penegakan hukum, juga berhasil dengan baik, hal ini terlihat dari menurunnya prosentase angka positif. Semoga melalui langkah ini disiplin masyarakat akan pentingnya Protokol Kesehatan semakin meningkat Yuk mari terus mencegah penularan Covid-19 dan menerapkan 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

Penulis : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed