oleh

Kalsel Usul Tambahan Pendamping Desa

Banjarmasin, BARITO – Jumlah tenaga pendamping lokal desa yang tersebar di 11 kabupaten se Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini terbilang kurang,  karena hanya ada 464 orang untuk melayani 1.864 desa. Sehingga, satu tenaga pendamping harus bertugas di dua atau tiga desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Kalsel, Zulkifli MP di Banjarmasin mengatakan, idealnya satu desa satu pendamping. Namun pihaknya tidak bisa melakukan tambahan tenaga karena penetapan jumlah adalah kewenangan pemerintah pusat, .

“Kita menyampaikan ke pemerintah pusat, kalau memungkinkan bisa ditambah itu lebih bagus,” ujarnya usai pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa, Rabu (4/12).

Kendati demikian ujar Zulkifli,  dengan keterbatasan jumlah pendamping desa saat ini, mereka masih bisa melakukan tugas dengan baik yang dibuktikan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Desa (IDM) beberapa tahun terakhir.

Kemudian lanjutnya, dalam upaya memaksimalkan kerja pendamping, mereka juga diberikan wawasan dan peningkatan kapasitas seperti konsolidasi sekaligus pelatihan peningkatan kapasitas pendamping lokal desa dengan mendatangkan nara sumber dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI.

Sebelumnya, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan Dinas PMD Provinsi Kalsel, Wahyu Widyo Nugroho mengatakan, pihaknya melakukan pelatihan sebagai upaya meningkatkan kapasitas para pendamping desa dengan melakukan konsolidasi kepada para pelatih yang sebelumnya mengikuti Training of Trainer (ToT), untuk peningkatan kapasitas pendamping lokal desa tahun anggaran 2019.

Disebutkan, permasalahan lain yang dialami tenaga pendamping desa yakni kecilnya penghasilan yang diterima mereka bila dibandingkan beban tugas yang dikerjakan.  Karenanya, banyaknya pendamping desa yang mengundurkan diri.

Ia berharap dari pelatihan yang dilaksanakan 2-7 Desember itu, kemampuan pendamping desa bisa meningkat dan memperoleh pengetahuan serta wawasan baru terkait regulasi yang mengatur desa.

Disebutkan juga, saat ini ada 464 pendamping yang mengikuti pelatihan. Padahal seharusnya jumlah kuota pendamping desa di Kalsel 979 orang yang terdiri dari tenaga ahli 66 orang, desa level kecamatan 394 orang dan pelatihan lokal desa 519 orang.

“Secara regional Kalimantan, kita kekurangan tenaga pendamping cukup banyak, yang paling besar di pelatihan lokal desa kita kekurangan,” bebernya.

Penulis: Salman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed