oleh

Kalsel Jemput Bola, Dukung Sejuta Vaksin per Hari

Banjarbaru, BARITO – Pemerintah Provinsi  Kalimantan Selatan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mendukung pencapaian target nasional satu juta penerima vaksin per hari. Cara mencapai target tersebut adalah melakukan vaksinasi sistem jemput bola atau mobile (bergerak) agar lebih menjangkau ke daerah-daerah terisolir.

‘’Kita atur strateginya, kita akan mengirim mobil ke daerah-daerah, kemudian vaksinasi di kawasan perkantoran agar target satu juta penerima vaksin setiap hari se Indonesia bisa tercapai,” kata Penjabat Gubernur Kalsel  Safrizal ZA, seusai mengikuti rapat bersama Menteri Kesehatan  Budi Gunadi Sadikin secara virtual, Senin, (22/2) siang.

Safrizal mengungkapkan, vaksinasi secara mobile tersebut merupakan salah satu strategi Pemprov Kalsel  untuk menjangkau daerah terisolir. Selain itu, vaksinasi juga akan digelar secara massal.

Dia berharap,  vaksinasi bagi tenaga kesehatan (nakes) dapat rampung tepat waktu.

‘’Saat ini, pemberian vaksinasi Covid-19 kepada nakes di Kalsel mencapai 77 persen,’’ ujarnya.

Belum tercapainya 100 persen vaksinasi bagi nakes, menurut Safrizal, karena  beberapa kabupaten /kota  belum selesai melakukan vaksinasi.

‘’Karena itu Pemprov Kalsel berkoordinasi dengan para bupati/ wali kota untuk percepatan vaksinasi nakes. Jika vaksinasi nakes sudah selesai, maka sasaran berikutnya adalah lansia dan petugas publik,’’ katanya.

Lebih lanjut, Safrizal mengutarakan bahwa pihaknya menerbitkan surat edaran  (SE) yang mewajibkan  swab antigen pada setiap kegiatan pemerintahan yang mengumpulkan orang banyak.

“Tujuan SE itu adalah untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan aparatur sipil negara. Selain itu, kita juga memperpanjang pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Kalsel,” bebernya di Command Center Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kalsel.

Dasar hukumnya, menurut Safrizal, adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM.

“Sekarang telah terbit Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2021, maka kita juga akan menuju  ke situ. Walaupun bukan daerah Jawa dan Bali, misalnya daerah yang di desanya berada di zona merah. Jadi ada larangan  mengumpulkan orang banyak. Di  tempat ibadah juga harus jaga jarak dan jumlah orangnya dibatasi,” tandas Safrizal.

Selain itu, dia mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas atau berada di rumah.

Sementara itu,  penambahan kasus positif Covid-19 harian di Kalsel pada Senin (22/2), masih di atas angka 100 orang, yakni sebanyak 107 rang.

Kasus baru Covid-19 ditemukan di Kotabaru 5 orang, Banjar 28 orang, Hulu Sungai Selatan 5 orang, Tanah Bumbu 20 orang, Kota Banjarmasin 37 orang dan Kota Banjarbaru 12 orang.

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel juga mencatat, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh sebanyak 130 orang.

Pasien sembuh berasal dari karantina Tanah Laut 8 orang, karantina Kotabaru 11 orang, karantina Banjar 7 orang, karantina Tapin 2 orang, karantina Hulu Sungai Selatan 9 orang, karantina Hulu Sungai Utara 2 orang, karantina Tanah Bumbu 17 orang, karantina Kota Banjarmasin 50 orang dan karantina Kota Banjarbaru 24 orang.

Sedangkan pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia berjumlah 3 orang, yakni Tanah Laut 1 orang yang meninggal 22 Februari, Barito Kuala 1 orang  yang meninggal 13 Februari, dan Tapin 1 orang  yang meninggal 21 Februari.

Total jumlah kasus positif Covid-19 yang terjadi di Kalsel mencapai 20.880 kasus.

Dari 20.880 kasus tersebut, sebanyak 18.565 orang sudah sembuh, 1.605 orang masih dirawat dan meninggal dunia 710 orang. Sedangkan suspek berjumlah 593 orang.tya

Penulis: Gusti Frieda Cynthia
Editor : Dadang Yulistya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed