oleh

Kadis Perindag Sampit Pantau Aktivitas Pasar

Kadis Perindag Redy Setiawan (topi hitam), Komisi II DPRD Kotim Ida Laila (Jilbab hitam), Sekretaris Disperindag Zulhaidir (Kaos kuning), Kabid Perdagangan Taher (Batik merah), saat meninjau pasar Keramat. (foto: zainal/brt)

Sampit, BARITO-Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Sampit (Disperindag), Redy Setiawan didampingi, Sekretaris Zulhaidir, Kabid Pergadangan M.Taher serta Komisi, II DPRD Kotim, Ida Laila, Kamis (22/11) sambangi beberapa pasar yang ada di kota Sampit.

Kedatangan rombongan ini melihat langsung aktivitas pasar termasuk sarana dan prasarananya. Pasar PPM yang merupakan kegiatan jual beli berbagai barang dan termasuk salah satu pasar terbesar dalam kota Sampit, setelah dilihat secara dekat toilet (WC) dan tempat mandi dinilai tidak layak lagi untuk digunakan.

“Kalau kita lihat bersama tadi sarana umum toilet, closet serta bak penampungan airnya tadi kotor sekali, padahal sarana semacam itu harus bersih dan nanti akan kita rehab.” ucap Redy.

Berpindah ke pusat pasar ikan yang tidak jauh dari pasar PPM, yang mana dipasar ikan ini terlihat lantai yang terbuat dari kramik beton ada beberapa bagian terlepas. Dalam hal ini tentunya sangat membahayakan pembeli tersandung ujung kramik, selain itu juga mesin alkon untuk menyiram bagian bak pedagang usai bedagang juga rusak.

“Dulunya pasar ikan ini dikelola oleh kantor Perikanan Sampit,namun sekarang pasar tersebut sudah diserahkan kepada Disperindag Sampit, pada tahun anggaran 2019 di APBD nanti lantainya kita rehab termasuk mengadakan mesin alkon.”Terangnya.

Tidak luput dari pantau rombongan juga pasar Keramat, Bamaang Hilir, kecamatan Baamang Sampit. Yang mana pasar Keramat ini banyak sekali ditemukan lantai yang berada dipasar ikan, lantainya berlobang dan ditutupi dengan papan seadanya.

Dari perbincangan Kadis Perindag bersama para pedagang disana, mereka bersedia direlokasi apabila pasar dibangun kembali (rehab total) asalkan para pedagang disediakan lahan untuk berdagang.

Menurut Redy, lahan sebagai alternatif relokasi pedagang pasar Keramat, sudah direncanakan dengan meminjam lahan PT.Inhutani III,Sampit. Lahan itu juga tidak jauh dari pasar semula yang akan direhab total, namun Disperindag sebelumnya terlebih dahulu akan mengadakan rapat bersama dengan Pemda Kotim.

“Dana Anggaran tahun 2019 dari APBN sudah ada untuk pembangunan pasar Keramat sebesar 1,2 Milyar, hanya kita tinggal menghitung berapa jumlah pedagang disini dan melaksanakan pembangunannya nanti.”Jelas Redy. zai/ahy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed