oleh

Identitas Mayat Tersisa Tengkorak, Keluarga tak Yakin Pakaian Amay

Barabai, BARITO – MESKIPUN saksi warga menduga temuan mayat tersisa tengkorak bernama Marzuki alias Amay (30) namun Polres Hulu Sungai Tengah (HST) belum memastikan identitas mayat yang tergantung di pohon ramania dengan sisa tengkorak dan tulang di Desa Jamil Rt 004 Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS) merupakan si Marzuki atau Amay (30).

“Saat ditunjukan baju, celana dan sepatu yang dikenakan mayat, pihak keluarga tidak yakin itu milik si Amay, karena belum pernah Amay memakai pakaian tersebut sepengetahuan keluarga,” kata Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dany Sulistiono, Senin (11/1) di Barabai.

Namun pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan alat bukti dan memintai keterangan para saksi. Sedangkan mayat akan dilakukan autopsi.

“Kalau keluarga masih belum yakin, maka kita akan lakukan tes DNA,” katanya.

Sebelumnya, saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Tim Inafis menemukan dua buah identitas di kantong jeans celana mayat.

Yaitu fotokopi KTP atas nama berinisial JMS berumur 73 Tahun dan kartu pelajar dari SDN 1 Jamil atas nama Marzuki kelahiran 1990 (sebelumnya diberitakan berumur 25 Tahun) Namun diketahui, JMS merupakan orangtua Marzuki dan masih hidup.

Pihak polisi dan keluarga kesulitan mengenali mayat yang sudah membusuk dan potongan tubuh terpisah dengan hanya sisa tulang dan tengkorak yang masih tergantung di pohon ramania di tengah hutan. Di tengkorak juga masih terpasang senter.

Diperkirakan, mayat sudah lebih 10 harian baru ditemukan.

“Dugaan kita sementara memang bunuh diri, namun itu bukan kesimpulan akhir. Karena masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman kasus,” kata Dany Sulistiono.

Amay yang masih hidup membujang tersebut diketahui oleh warga, jika tidak ada di kampung, Ia biasanya madam (pergi ke luar daerah untuk bekerja).

Terakhir, Amay terlihat pada tanggal 30 Desember 2020 di Desa Jamil dan kabarnya akan merayakan Tahun Baru di Samarinda.

Namun, setelah itu warga tidak mengetahui keberadaan Amay dan mengira sudah berangkat ke Samarinda untuk kembali madam. Karena tidak terlihat lagi di Desa Jamil.

Sumber : Antara
Editor : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed