oleh

Giliran Legislator Kalsel Soroti Penggalangan Dana Paslon H2D, dikhawatirkan Naikan Suhu Politik Banua

Banjarmasin, BARITO – Penggalangan dana masyarakat yang tengah dilakukan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan nomor urut 2, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D), yang tujuannya untuk mendukung upaya gugatan paslon ini atas Hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), ternyata terus menuai sorotan berbagai pihak.

Kali ini kritikan datang dari anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Hasanuddin Murad, SH.

Mantan anggota Komisi I membidangi pemerintahan dan hukum, yang kini duduk di Komisi III membidangi infrastruktur dan pembangunan, menyatakan ia tak sepemikiran dengan paslon 02, meski pun alasan paslon 02 itu penggalangan dana tersebut salah satu bentuk pendidikan politik kepada masyarakat Kalsel.

Politisi Golkar ini menilai penggalangan dana ke masyarakat yang dilakukan paslon 02 tersebut langkah tidak tepat. Karena menurut politisi santun ini langkah paslon 02 itu dilakukan setelah selesainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

Penilaian Hasanuddin Murad itu disampaikannya kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

“Langkah donasi pasca pilkada selesai, saya nilai tidak tepat. Itu lebih seperti move politik,” ujar Hasanuddin Murad.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel ini meyakini dana dari donasi yang terkumpul itu bukan menjadi alasan utama dilakukannya penggalangan dana ke masyarakat Kalsel, tapi untuk konsolider para pendukungnya yang jumlahnya sekitar 800 ribu lebih.

Karena itu, Hasanuddin Murad mengkhawatirkan langkah penggalangan dana itu secara tidak langsung bisa berpotensi menaikan suhu politik banua, sementara kondisi masyarakat Kalsel kini sudah terjaga dan terpelihara aman dan tenteram pasca pilkada serentak.

“Ini bisa saja menikam luka luka pendukung yang merasa kalah, kembali dibangkitkan lagi lukanya, sehingga pada akhirnya tidak selesai setelah proses pelaksanaan penghitungan suara,” tegas Hasanudin Murad.

Ia berharap di Kalsel tidak terjadi seperti di DKI Jakarta, tensi politik yang sepertinya terus dipelihara meski pilkada sudah lama berlalu.

Hasanuddin Murad mengimbau masing-masing pihak terkait sebaiknya lebih fokus pada langkah dan prosedur sengketa yang memang diakomodir peraturan perundang-undangan.

Mantan Bupati Barito Kuala dua periode ini juga berharap elit politik seharusnya memiliki “Coping Skill” yaitu kemampuan meningkatkan adaptasi pada kondisi tertentu, seperti kemampuan mempertahankan nilai atau kepercayaan secara teguh, mengatasi masalah dan mempertahankan komitmen.

Diingatkannya dari 270 pilkada yang digelar serentak tidak cuma di Kalsel ada paslon kalah yang bersedih, sebab pemenang Pilkada hanya satu dan pasti di daerah lain banyak juga yang merasakan hal sama, sehingga diharapkan semua bisa move on menyesuaikan dengan kondisi.

Sebelumnya melalui rekaman video yang diperoleh rekan media, dipaparkannya bahwa penggalangan dana tersebut dilakukan secara sukarela dan tanpa ada paksaan apapun.

“Ini bukan sekedar donasi tapi lebih pada itu adalah pendidikan politik yang sangat penting. Supaya kita paham bahwa memang politik kita itu pasti butuh biaya, tapi cara caranya harus dilakukan dengan model yang tepat amanah dan bertanggungjawab,” kata Denny.

 

Penulis : Sopian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed