oleh

Gelombang Tinggi, Puluhan Kapal Layar Motor Tertahan di Pelabuhan Martapura Baru

KAPAL SANDAR-Belasan kapal Layar Motor (KLM) sandar karena gelombang tinggi, sejak Rabu lalu. (foto:sum)

Banjarmasin, BARITO – Akibat tingginya gelombang di Laut Jawa yang masih tinggi yang membahayakan keselamatan kapal laut. Berdampak tak adanya kapal laut yang sandar di Pelabuhan Martapura Baru, hampir berjalan 10 hari lebih di pelabuhan kapal rakyat yang khusus ditujukan untuk kapal lokal.

Pantauan dilapangan, masih terlihat beberapa KLM yang merapat di Pelabuhan Martapura Baru adalah KLM yang sudah belasan hari sandar, dengan membawa muatan semen.


Namun kapal tersebut harus bersabar berangkat akibat tingginya gelombang. Kapal baru diperbolehkan berlayar setelah gelombang normal dan kapal harus mengantonggi Surat Perintah Berlayar (SPB) dari Kantor KSOP Banjarmasin.


Sementara tak satupun ada KLM yang datang dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maupun dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sandar. Sehingga dermaga pelabuhan terlihat kosong Dan yang ada hanya kapal besi yang sudah lima hari yang lalu menurunkan semua angkutannya di Pelabuhan Margapura Baru.


Syaiful Ahmadi, dari Agen Pelayaran Rakyat PT Atma Wijaya Bersatu Banjarmasin yang ditemui, Kamis (2/1) sore mengatakan, sudah hampir 12 hari, tak ada KLM yang sandar. Dampaknya banyak pemesan barang yang selaku menanyakan.”Biasanya KLM mengangkut alat rumah tangga maupun alat-alat bangunan,”ungkapnya.


Suri dan Adul, buruh KM Sinar Permata mengatakan, sejak gelombang besar dan tidak ada kapal yang sandar, maka mereka tidak bekerja selama sekitar 10 hari.


Kabid Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Kantor KSOP Banjarmasin, Arifin Pulungan mengatakan, berlayar atau tidaknya kapal itu tergantung dari BMKG.


Diakuinya bahwa dua hari yang lalu memang ada larangan kapal berlayar, akibat gelombang besar. Semua kapal yang akan berangkat harus ada Surat Perintah Berlayar.


Baik yang dikeluarkan dari KSOP Surabaya maupun dari KSOP Banjarmasin.”Pada saat gelombang besar seperti ini, mereka para ekspedisi pelayaran harus mengikuti aturan dari KSOP,”ungkapnya.


Pantauan di lapangan, kawasan Pelabuhan Martapura Baru tampak sepi dari aktivitas bongkar muat barang. Penyebabnya adalah tidak adanya kapal lokal gang sandar di pelabuhan tersebut. Arsuma

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed