oleh

FKG ULM Peringati HUT ke-9 

PERINGATI HUT ke-9  FKG ULM ditandai dengan foto bersama dan pemotongan tumpeng di ruang teater kampus kemarin.(foto : tya/brt)

Banjarmasin, BARITO-Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM) memperingati HUT ke-9 di ruang teater kampus kemarin siang.

Acara peringatan HUT FKG ULM ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FKG drg Dr Rosihan Adhani dan dihadiri Pembina yang juga Perintis FKG ULM, Rudy Ariffin, Wakil Rektor I Ahmad Alim Bahri, pejabat dinas kesehatan provinsi dan Kota Banjarbaru dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Rudy Ariffin mengungkapkan rasa syukurnya karena FKG ULM sudah meluluskan 84 drg.

“Mengapa dulu saya ngotot mendirikan FKG? Ini bertitik tolak dari permasalahan di masyarakat. Karena sejak saya jadi bupati sampai menjadi gubernur, keluhan masyarakat rata-rata anak-anaknya tidak bisa mengikuti ujian menjadi pilot, tentara dan polisi,” ujarnya.

Yang menjadi penghambat utama gagalnya putra Kalsel menjadi pilot atau tentara karena faktor gigi. Sehingga ketika Rudy Ariffin menjadi gubernur Kalsel dan Rosihan Adhani saat itu menjadi kadinkes, maka muncullah membuka fakultas kedokteran gigi. Mulanya, kedokteran gigi masih berstatus program studi atau bagian dari fakultad kedokteran.

Menurut Rudy, ada dua fokus yang menjadi perhatiannya dalam hal rusaknya gigi anak-anak sampai menjadi dewasa.

Pertama, ketidaktahuan orang tua terhadap pentingnya kesehatan gigi. . Faktor kedua adalah water supply atau air yang diminum. Air minum tidak mengandung klorin atau hampir nol sehingga menambah kerusakan gigi.

“Maka program kami ada 2, yakni mendirikan FKG dan meningkatkan water supply dengan cara meningkatkan kinerja PDAM di Kalsel. Dua-duanya bisa berjalan dengan baik walaupun belum seluruhnya memenuhi kebutuhan masyarakat,” urai gubernur Kalsel 2 periode (2005-2010 dan 2010-2015) itu.

Dekan FKG ULM, drg DR Rosihan Adhani mengatakan, penyelenggaraan pendidikan dokter gigi pada ULM dimulai tanggal 5 September 2009. Saat ini jumlah mahasiswa mencapai  650 orang dan 250 orang sedang menjalani pendidikan ko-as atau drg muda yang berpraktek di RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin serta selebihnya menjalani jenjang pendidikan S1 secara akademik.

Dengan terbitnya Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, masa dan beban belajar penyelenggaraan program pendidilan sarjana ditetapkan tujuh tahun dan program profesi paling la 3 tahun setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. “Untuk itu kami mohon kerjasama dan dukungan orang tua mahasiswa, pengurus IKOMa FKG ULM dan rumah sakit lahan pendidikan dan lahan praktek lapangan agar pendidikan mahasiswa kita tidak melewati batas waktu yang ditetapkan karena namanya bisa saja hilang by system di pangkalan data perguruan tinggi,” katanya.tya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed