oleh

Estimasi Hiswana Migas, Penyaluran LPG Hingga Tahun Baru Normal

Banjarmasin, BARITO – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel H Saibani memastikan hingga tahun baru 2021, dipastikan penyaluran Liquified Petroleum Gas (LPG) subsidi dan non subsidi berjalan normal.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan KSOP Kelas I Banjarmasin, Pertamina, Hiswana Migas, dan petugas terkait lainnya untuk armada angkutan LPG tersedia, bahkan kemungkinan besar ada tambahan armada angkutan kapal. “Estimisasi kami penyaluran LPG sampai tahun baru 2021 normal dan Insya Allah berjalan lancar di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar H Saibani, didampingi Sekretarisnya H Irfani MT, dan pengurus lainnya, Sabtu (24/10/2020).

 

Untuk stok sangat cukup, sambungnya, saat ini 1.200 ton LPG mampu bertahan 3-4 hari. Dan 3-4 hari kedepan kapal angkutan LPG masuk lagi ke Banjarmasin. “Tak langka, dan masyarakat jangan pani, LPG normal baik 3 Kg (subisidi) maupun non subisidi 5,5 Kg dan 12 Kg,” tambahnya.

Berdasarkan pengalaman, lanjut Saibani, mudah diprediksi, namun karena adanya pandemi Covid-19 maka sangat sulit diprediksi. “Ya, catatan pemakaian LPG sangat kelihatan peningkatan 7,5 persen dari kondisi normal, saat pandemik Covid-19 ini,” katanya.

Data Hiswana Migas tercatat LPG 3 Kg wilayah Kalsel sebanyak 350 ton atau 116 tabung perhari (subsidi), dan non subsidi 80 ton perhari (LPG 5,5 Kg dan 12 Kg). “Kalau kondisi darurat 3 Kg tentu ditambah PT Pertamina, namun yang sangat tersedia lagi adalah LPG 5,5 Kg dan 12 Kg. Ya untuk subisidi kan bagi warga miskin atau berpenghasilan Rp1,5 juta perbulan,” ucapnya.

Secara riilnya, sebut H Saibani, justru di Kalsel banyak dipakai orang yang mampu LPG 3 Kg. “Perbandingan selisih 1:3, artinya data itu di Kalsel justru banyak yang miskin, dari pada yang sugih” tandasnya.

Memang perlu kerjasama semua pihak, beber H Saibaini, dalam memberikan pemahaman. “Bagi yang mampu tolong pakai LPG non subsidi (5,5 Kg atau 12 Kg). Kalau tak mampu LPG 3 Kg. Tapi lebih hemat LPG non subsidi dalam pemakaian,” tukasnya.

Karena itulah terkait hal ini Hiswana Migas Kalsel meminta agar pemerintah dapat mempertimbangkan penambahan kuota LPG 3 Kg yang ada di Provinsi Kalsel. “Tentu harus memperlihatkan data-data dari pemerintah daerah, berapa jumlah warga yang miskin, tentu akan menjadi pertimbangan dalam penambahan kouta LPG di Kalsel,” imbuhnya.

Penulis: Afdi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed