oleh

Driver Taksi Online dan Bandara Siap Patuhi Kesepakatan

-Seputar Kalsel-1.206 views
Komisi III DPRD Kalsel bersama Komisi IV memfasilitasi dialog para driver taxi online dengan pihak-pihak terkait.(foto : sophan-brt)

Banjarmasin, BARITO – Keduabelah pihak, baik driver taxi online maupun pihak Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, akhirnya siap mentaati kesepakatan hasil dialog yang difasilitasi DPRD Kalimantan Selatan melalui Komisi III membidangi perhubungan bersama Komisi IV membidangi ketenagakerjaan, Rabu (28/11) di Banjarmasin.

Pasalnya, keberadaan angkutan online tersebut sempat berpolemik di seputaran kawasan bandara tersebut, sehingga memicu timbulnya gesekan dengan angkutan konvensional. Karena itu, wakil rakyat kemudian berinisiatif memfasilitasi dengan mengundang berbagai pihak terkait.

Turut berhadir di acara dialog yang dipimpin Ketua Komisi III H Supian HK didampingi Ketua Komisi IV Yazidie Fauzy, yakni Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalsel Kombes Pol Muji Ediyanto, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel dan PT Angkasa Pura (AP) I, terungkap tak melarang keberadaan angkutan berbasis aplikasi yang menarik penumpang. Namun syaratnya tidak boleh di areal bandara. Taksi online diperkenankan menarik penumpang depan kediaman General Manager (GM) PT AP I.

GM PT AI I Indah Preastuti juga berjanji akan mensosialisasikan kesepakatan itu kepada pengelola angkutan di bandara.

“Kalau masih ada pelanggaran terjadi di luar bandara, maka itu kewenangan kepolisian. Kalau di bandara selain melapor ke polisi juga boleh beritahu ke saya,” ujarnya.

Supian HK usai memimpin dialog mengucapkan terima kasih kepada pihak yang hadir.

“Akhirnya ada kesepakatan tapal batas, dimana angkutan online diperkenankan menarik penumpang,” ujar Supian HK.

Politisi Golkar ini menambahkan, selain ada kesepakatan itu, sekarang sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Angkutan Berbasis Aplikasi.

“Dengan terbitnya Pergub tersebut, ini menunjukan Pemerintah Daerah juga mengakomodir kepentingan para sopir taksi online di daerah ini,” tandasnya.

Senada Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Yazidie Fauzy merespon berbagai keluhan para sopir taxi online, antara lain seperti bonus yang mereka terima terus mengalami penurunan. Begitu juga tarif yang dikenakan kepada penumpang pun ikut turun. Karena itu, pihaknya berencana menggelar rapat khusus dengan mengundang Forum Driver Online (FDO) dengan aplikator penyedia jasa aplikasi online tersebut.

“Dalam waktu dekat Komisi IV akan mengundang pihak aplikator penyedia layanan transportasi online, kita akan pertanyakan terkait turunnya bonus dan tarif setiap driver mengangkut penumpang,” ujar Yazidie.

Sementara Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Muji Ediyanto berjanji akan menindaklanjuti terkait kasus penganiayaan dan pengrusakan.

“Kalau masih ada yang belum puas bisa melapor kembali,” pintanya.

Ketua FDO Kalsel Pandu Setiawan menyatakan puas dengan hasil dialog kali ini yang difasilitasi DPRD Kalsel.

“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan. Kita juga akan berusaha mengikuti aturan main,” janjinya. sop

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed