oleh

Dishut Kalsel Kerahkan 230 Personil untuk Penyemprotan Massal 

Jumlah PDP Meningkat

Banjarbaru, BARITO – Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel melakukan penyemprotan disinfektan secara massal, Senin (06/4) untuk mencegah penyebaran wabah corona. Penyemprotan disinfektan ini menindaklanjuti instruksi Gubernur Kalsel kepada Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 dan seluruh SKPD (satuan kerja perangkat daerah) lingkup Pemerintah Provinsi.

Aksi penyemprotan ini dilakukan serentak di 13 kabupaten/kota dengan melibatkan 230 orang lebih yang menggunakan bahan baku alami dari asap cair.

“Saya juga berharap bersama-sama kita tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan, tetap memakai masker ketika keluar ruangan untuk meminimalisir serangan dari virus ini, mari kita bersama-sama melawan virus ini,” kata Gubernur saat memimpin Kick off pelaksanaan penyemprotan disinfectan serentak se Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan bahan “asap cair”, Senin (6/4) pagi di kantornya.

Menggunakan asap cair sebagai bahan utama pembuat disinfektan, asap cair diyakini memiliki efektifitas yang jauh lebih baik dibanding etanol, serta lebih hemat penggunaannya. Rasionya 1% asap cair lebih efektif dibanding etanol 70%.

Asap cair atau yang biasa disebut cuka kayu tersebut didapat dari hasil produksi dari 40 unit tungku asap binaan Pemprov dengan jumlah produksi sebanyak 800 liter per hari atau 24.000 liter dalam satu bulan.

Kadishut Prov Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menambahkan, Dishut beserta jajarannya serius mendukung pemprov dalam menangani penyebaran virus ini, mengingat bahaya serta dampak yang luar biasa dari pandemi covid 19.

“Mulai minggu kemarin, cangkang sawit dibakar secara terus menerus. Satu tungku mampu memproduksi 20 liter, sehingga jika 40 tungku kami mampu memproduksi 800 liter sehari,” ucapnya.

Kadishut juga mengatakan, penyemprotan akan dilakukan se-Kalsel dengan tenaga 230 orang menggunakan cairan mencapai 5400 liter disinfektan yang sudah dicampur dengan air. Dirinya juga menyampaikan, asap cair ini juga dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Semua RT akan kita bagikan, Pemprov sangat serius, kita akan kawal ini hingga dibagikan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi kendala disinfektan di masyarakat,” ucapnya.

Jumlah PDP Meningkat

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim menyebutkan data terkait virus corona di provinsi ini Senin (6/4), terdapat ODP sebanyak 1239 orang. Jumlah ini mengalami penurunan 65 orang dibanding data sehari sebelumnya yakni 1.304 orang.⁣

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya meningkat menjadi 15 orang dibanding data sebelumnya sebanyak 11 orang yang tersebar di RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak 8 orang, satu di RSUD Abdul Aziz Marabahan Batola, satu lagi di RS Balangan, di RS Haji Boejassin Pelaihari juga 1 orang, dan RS Ansyari Saleh terdapat 4 orang.

Sementara, jumlah kasus terkonfirmasi positif masih 16 orang, 13 diantaranya dirawat di RS Ulin Banjarmasin, RS Ansyari Saleh 1 orang dan menjalani isolasi mandiri 2 orang.

Muslim menyebut, kondisi pasien positif Covid 19, ulin 1, 9, 10 dan 13 kondisinya stabil. Sedangkan Ulin 15 dan 24 masih mengalami sesak nafas. Sementara Ulin 25,35, 36, 37, 38 dan 39 saat ini juga stabil, Sedangkan Mas 1 kondisinya juga stabil serta pasien isolasi mandiri kondisi juga tidak ada keluhan.

“Pasien positif 35,36,37,38 dan 39 adalah satu kelompok dari Jawa Barat. Mereka asal rujukan Banjarmasin dan Banjarbaru,” rilis Muslim .

Sementara kondisi pasien PDP mayoritas dalam kondisi stabil dan sedang dirawat secara intensif oleh tim medis. Ulin 27 dan 28, 32, 34 dan 40 kondisi stabil.

“Sementara Ulin 29, 30 dan 31 masih sesak nafas,” papar Jubir Covid 19 Kalsel HM Muslim.

Diinformasikan juga PDP yang dirawat di RS Balangan masih sesak nafas. Sementara PDP dirawat di RS Boejassin Tala, RS Abdul Aziz Batola dan RS Ansyari Saleh Banjarmasin seluruhnya kondisi stabil.

Terkait APD untuk tenaga medis, bantuan dari pusat, dari pembelian Gugus Tugas Kalsel, dan bantuan Partai Golkar sudah didistribusikan.

“Hari juga sudah diserahkan sebanyak 16 koli APD dan 15 ribu masker didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan rumah sakit milik pemerintah di kabupaten/kota,” ujarnya.

Gugus Tugas juga ujar Muslim, minta pemerintah daerah lebih meningkatkan pelaksanaan sosial distancing, tetap di rumah, dan menjaga perilaku hidup sehat dan bersih. “Sesuai arahan Gubernur Kalsel, kami juga sudah menyampaikan kepada seluruh kepala daerah dan pihak terkait di Kalsel untuk lebih tegas lagi dalam pemberlakuan sosial distancing,” terang Muslim.

Saat ini memang masih dalam tahap anjuran untuk melaksanakan social distancing, tetap di rumah atau perilaku hidup sehat dan bersih.

“Namun bisa saja ada kebijakan yang lebih tegas lagi diambil apabila anjuran tak ditaati,” katanya lagi.

Menurut Muslim, bantuan dari masyarakat berupa mentaati anjuran pemerintah agar tetap di rumah dan jaga jarak sangat vital dalam rangka mempercepat pemutusan mata rantai penularan Covid 19 ini.

”Marilah kita bekerjasama untuk membantu petugas medis dalam menangani Covid 19, bantuan masyarakat agar taat imbauan pemerintah sangat penting untuk mencegah penularan virus Covid 19,” ajak Muslim.

Penulis: Salman/Cynthia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed