oleh

Dinihari , Pulau Bromo Diamuk Api, 55 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Banjarmasin, BARITO – Warga Jalan Tanjung Pandan RT 05 atau Pulau Bromo Banjarmasin Selatan digegerkan peristiwa kebakaran, Rabu (20/10/2020) dinihari sekitar pukul 01.25 Wita. Akibat amukan si jago merah itu membangunkan warga yang sudah terlelap tidur hingga meludeskan sebanyak 15 rumah atau 55 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Sementara pihak petugas relawan pemadam kebakaran (damkar) agak kesulitan, karena mereka harus menyeberang ke Pulau Bromo tersebut. Beberapa warga yang punya klotok langsung memberikan pertolongan kepada relawan damkar guna membawa mesin portabel untuk memadamkan kebakaran di lokasi tersebut. Api satu jam kemudian dapat dikuasai sepenuhnya pada pukul 02.00 Wita.

Ketua RT 05 RW 02 Kampung Tanjung Pandan Kelurahan Mantuil Banjarmasin Selatan Ardiansyah mengatakan, asal api dari rumah Suriansyah (55). Karena saat itu dinihari, istrinya masih tidur dan kaget api sudah membesar di tengah ruangan.

Akibatnya korban keluar dibantu warga, namun  Hj Nurbayah (57) mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Ibu dari Hendri (15) itu dibawa ke ke RS Sultan Suriansyah di Pekauman oleh suaminya.

Sementara saat kebakaran juga warga saling membantu memadamkan dengan alat seadanya. Karena warga tidak memiliki alat mesin pemadam maupun unit damkar. Bahkan tiang listrik ikut tumbang karena dibawah tak kuat menahan api yang berkobar.

Sedangkan damkar dari kawasan Selatan Banjarmasin lainnya kesulitan karena tidak ada klotok untuk menyeberang. “Api bermula dari rumah bagian tengah milik Suriansyah, lalu api menjalar ke Barat kemudian ke Timur “sebutnya.

Ketua menambahkan, sebenarnya ada mesin Alkon pemadam dua buah. Namun saat dibawa tidak berfungsi. Akhirnya warga menggunakan ember seadanya, namun karena api sudah membesar bahkan tak sempat selamatkan harta benda lainnya.

Warga tak bisa menguasai api dengan ember, ketika itu sudah hampir sekitar 7 ludes. Kemudian datang sebagian damkar hingga setengah jam kemudian api dapat dikuasai. Terlihat banyak rumah warga terbuat dari kayu itu menyimpan banih dalam karung.

“Untuk klotok juga di sini warga tidak memilikinya, jadi kesulitan saat membantu pihak damkar menyeberangkan. Meskipun sungai pasang tapi terkendala sarana klotok,”bebernya.

Ardiansyah menambahkan, untuk sementara warga diungsikan ke SD Swasta Austral Byna dan Mts Bina Taqwa di Jalan Harapan, kedua juga di Pulau Bromo.

Ardiansyah mengatakan, pagi tadi sudah ditinjau oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Rencana akan didirikan Dapur Umum dari Tagana setempat.

Kapolsek Banjarmasin Selatan AKP H Idit Aditya mengatakan, akibat kebakaran itu kerugian sebesar Rp 750 Juta. “Untuk korban luka bakar Hj Norbayah pada bagian wajah dan sekujur tubuhnya, “pungkasnya.

Penulis: Arsuma 
Editor : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed